Tag

article (1) big size (1) Boots (19) brogue (4) Chuka (12) loafer (1) News (5) Shoes (12) Sneakers (10)

20 May 2011

Ronnie Fieg untuk Spinnaker Sebago

Sepatu terbaru dari Fieg Ronnie untuk Spring / Summer Collection 2011 Sebago telah dirilis hari ini. The Spinnaker, a two tone boat shoe, features two grey leathers on the upper, accented with a red outer sole and matching red leather laces. The Spinnaker, dua nada sepatu perahu, memiliki dua kulit abu-abu pada bagian atas, beraksen dengan luar merah tali tunggal dan pencocokan kulit merah. A nice contrast between the clean upper and rather strong red hits, the shoe is now available here . Sebuah kontras yang baik antara bagian atas agak kuat hits merah dan bersih

Giuliano Fujiwara Spring / Summer 2011 High Top Sneakers

Setelah melihat beberapa sepatu kulit dari Spring / Summer 2011 Collection Fujiwara Giuliano sudah, kami tunjukkan hari ini sepatu tinggi atas bahwa perancang busana telah di toko untuk Anda. Taking cues from classics, such as the Vans Sk8 Hi and the Air Force 1, Fujiwara presents two high top sneakers this season. Mengambil isyarat dari klasik, seperti sk8 Vans Hi dan Angkatan Udara 1, Fujiwara menyajikan dua sepatu tinggi atas musim ini. One comes with ankle strap and a hiking boot inspired look, the other one is a high rise and comes with lace strap in all white. Satu dilengkapi dengan tali pergelangan kaki dan hiking boot melihat terinspirasi, yang lainnya adalah kenaikan tinggi dan dilengkapi dengan tali renda dalam semua putih. Both of course feature premium leather uppers and we especially like the contrasting laces. Kedua bagian atas premi tentu saja fitur kulit dan kami terutama seperti tali kontras.

Danner Sepatu Kulit Postman Cordovan

Danner menyajikan Postman Sepatu ikon dalam dua versi baru Kulit Cordovan untuk Summer 2011. Both the upper embroidery and laces are tonal and match the upper leather, while the outer sole comes both times in black. Baik bordir atas dan tali yang tonal dan sesuai dengan kulit bagian atas, sedangkan sol luar datang dua kali dalam warna hitam. The Danner logo has been embossed on the side of the shoe. Logo Danner telah timbul di sisi sepatu.
Both the black and the brown colorways of the shoes are now available from Ripe . Baik hitam dan cokelat

07 May 2011

Tips Memilih dan Merawat Sepatu

Sepatu adalah bagian penting untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Aktivitas anda bisa terganggu kalau sepatu yang dipakai kurang nyaman atau tidak terawat. Sepatu juga dapat mendukung penampilan anda dan anda terlihat lebih cool dan menarik. Lalu bagaimana sih memilih sepatu yang nyaman? Bagaimana cara merawat sepatu supaya awet? Dalam kiat ini Fendra dengan tulus akan menjawab kedua pertanyaan diatas.


Tips memilih sepatu
  • Pilih sepatu yang paling sesuai dengan bentuk kaki
  • Usahakan tidak memilih sepatu berdasarkan ukuran yang ada di sepatu karean ukuran sepatu tergantung modelnya.
  • Kalau bisa, belilah sepatu pada sore hari karena pada saat ini kaki berada pada ukuran paling besar.
  • Cobalah sepasang sepatu, jangan Cuma yang kanan atau yang kiri saja. Ada beberapa orang yang punya satu kaki lebih besar dari pada kaki yang lain
  • Coblah jalan dengan sepatu yang akan dibeli untuk memastikan apakah ukurannya pas dan nyaman.
  • Pilih warna sepatu yang netral sehingga tidak sulit untuk dipadukab dengan pakaian atau tas.
  • Untuk yang biasa memakai kaos kaki atau stocking carilah sepatu dengan ukuran sedikit lebih besar, jangan yang terlalu pas dengan ukuran kaki.
Tips merawat sepatu
  • Simpan sepatu di tempat yang kering dan tidak lembab
  • Hindari menjemur sepatu dibawah terik matahari langsung. Cukup di taruh di tempat terbuka agar supaya sepatu tidak lembab dan berjamur.
  • Khusus sepatu kulit, jangan dilap dengan air tapi gunakann bahan lap yang lembut
  • Khusus sepatu putih, oleskan odol putih hingga merata lalu dilap dengan bahan yang lembut
  • Khusus sepatu bahan suede, biasa dibersihkan dengan sikat yang lembut atau dengan pembersih semprot khusus
  • Gunakan ganjalan dalam sepatu untuk menjaga bentuk sepatu
  • Supaya sepatu tidak berbau, jangan pakai sepatu dengan kondisi kaki yang sedang basah karean bisa memicu bakteri berkembang dan mengeluarkan bau tak sedap

Tips Merawat Sepatu di Musim Hujan

TEMPO Interaktif, Mojokerto - Bagi Anda para pekerja, baik kantoran maupun lapangan, problem sepatu bau atau jamuran akibat hujan sering kali merepotkan, terutama bagi pemakai sepatu berbahan kulit. Hujan juga bisa membikin sepatu kotor dan cepat rusak. Seperti pori-pori cat sepatu mengeras, retak-retak, hingga akhirnya cat mengelupas. Jika itu terjadi maka penampilan Anda menjadi tak keren lagi.

Seperti yang dikeluhkan Ahmad Afandi, 23 tahun, ini. Lajang yang bekerja di kantor pabrik baja di Kawasan Mojokerto mengaku saban pulang kerja sepatunya selalu basah karena hujan. Kalau sudah begitu, cara satu-satunya yang bisa ia lakukan hanya mengelap sepatu. ”Kadang saya jemur agar kering. Tapi langit sering mendung, sepatu jadinya lembab, bau, terus jamuran,” ujarnya, Senin (10/1).

Tapi apa boleh buat. Karena dia hanya punya satu pasang sepatu, meski lembab, sepatu itu pun ia pakai. Gaji pas-pasan membuatnya memutar otak mencari cara agar sepatu satu-satunya itu tetap awet dalam kondisi cuaca ekstrim seperti saat ini.

Khoiron, Bidang Pelatihan dan Promosi Komite Pengusaha Alas Kaki dan Sepatu (KOMPAK) Mojokerto, Jawa Timur membenarkan banyaknya keluhan seperti yang dilontarkan Afandi itu.

Menurut dia, problem kerusakan sepatu sebenarnya tergantung cara merawatnya. Hujan maupun panas tak menjadi soal jika pemiliknya memahami cara-cara perawatan sepatu yang benar.

Agar sepatu Anda tetap awet dan kinclong, Khoiron membagi tips untuk Anda.

1. Bersihkan sepatu sehabis dipakai
Mula-mula bersihkan dengan air biasa atau shampo khusus agar sisa-sisa kotoran yang menempel bersih dengan cara disikat. Itu penting karena kotoran bisa merusak dan membuat kusam sepatu. Ada juga bahan pembersih semprot untuk suede/kulit, misalnya leather cleaner buatan cololite. Setelah bersih, sepatu dilap dengan kain kering, tisu kasar atau semacamnya agar air yang mengendap di pori-pori sepatu terserap.

2. Sepatu diangin-anginkan dan hindarkan dari sinar matahari
Setelah dibersihkan, sepatu diangini dengan cara menaruhnya di tempat terbuka. Bahkan kalau perlu, keringkan sepatu dengan kipas angin untuk menjaga elastisitas bahan sepatu. Sepatu jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung karena sepatu bisa mengeras, pori-pori bahan sepatu kasar, warna pecah-pecah, hingga cat dasar mengelupas.

3. Semirlah
Penyemiran dilakukan untuk menjaga warna sepatu agar tetap mengkilap. Pilih jenis warna sepatu sesuai dengan warna dasarnya. Misalnya untuk sepatu berwarna hitam, jangan disemir dengan warna coklat, atau sebaliknya. Itu justru bisa merusak warna.

4. Simpan sepatu pada ruang yang tidak lembab
Usai disemir sepatu ditaruh di tempat aman. Bisa lemari, kardus, mobil, atau di bawah ranjang tidur. Tapi yang paling aman, sebaiknya sepatu ditaruh di rak terbuka saja. Usahakan tempat penyimpanan tidak lembab karena kondisi itu bisa memicu munculnya jamur. Lembab juga bisa membuat sepatu bau ketika dipakai.

5. Proteksi sepatu dari jamur dengan memberinya silica gel
Setelah disemir, alangkah baiknya sepatu diberi silica gel di dalamnya agar aman dari serangan jamur. Jika perlu, sepatu juga bisa disemprot dengn parfum. Sebelum dipakai, body lotion juga bisa dioleskan pada kulit sepatu agar tidak mengeras, dan terjaga elastisitasnya.

MUHAMMAD TAUFIK

Ini Dia Sepatu Basket Paling Ringan

TEMPO Interaktif, Produsen sepatu olahraga, Adidas membuat gebrakan. Mereka menantang para produsen sepatu basket dunia dengan membuat sepatu basket teringan di dunia. 

Inilah AdiZero Crazy Light, beratnya hanya 278 gram lebih ringan dari sepatu basket keluaran mana pun termasuk Nike LeBron Air Max 8 V/2. Harga AdiZero dilego dengan harga sekitar Rp 1,1 juta. 

AdiZero diluncurkan di New York pada 15 April 2011. Sepatu ini rencananya mulai membanjiri pasar pada Juni mendatang. 
Rahasia ringannya sepatu ini berkurangnya lapisan di bagian sol. Adidas menggantinya dengan lapisan bernama exoskeleton, lapisan sol super tipis tapi kuat. 

Menurut Lawrence Norman, Adidas Vice President of Global Basketball, AdiZero akan membuat revolusi di dunia bola basket. "Sepatu ini akan membuat pemain lebih cepat bergerak, lebih tinggi melompat dan bermain lebih baik di lapangan," kata Norman. 

Pemain basket dari Chicago Bulls, Derick Rose keunggulan sepatu ini. "Ini sepatu yang paling ringan yang pernah aku pakai, ini akan membuatku bergerak lebih cepat," katanya. "Kecepatan adalah kunci dari permaninan basket," ujar Rose. 

TELEGRAPH | GIZMODO | PGR

Sepatu Emas Termahal di Dunia

TEMPO Interaktif, Mimpi Cinderela mungkin tak sedahsyat gadis yang bisa mengenakan sepatu termahal di dunia, terbuat dari emas murni bertahtakan intan berlian. Harganya? Rp 1,97 milyar.

Alas kaki supermahal yang diciptakan oleh disainer perhiasan top Inggris, Christopher Michael Shellis, sebetulnya tak terlalu mengejutkan bila dibandingkan dengan bandrolnya.

"Sepatu yang diciptakan ini benar-benar mencengangkan. Kami telah berbicara dengan sejumlah orang-orang tertentu yang meminati, namun tak bisa saya jelaskan sekarang," ujar Shellis.

Pembuatan sepatu dilakukan oleh sebuah tim ahli perhiasan emas. Dibuat dalam temperatur 1000 derajat celsius. Setiap pasang sepatu dibuat dari emas murni ditambah 2,200 intan berlian sebanyak 30 karat.

Lalu, siapa yang cocok mengenakan perhiasan kaki ini. Sebagian orang menyebut, sepatu emas itu pantas dikenakan oleh seorang ratu dari Saudi Arabia. Namun, bagi yang hanya ingin sekedar  menikmati keelokannya, bisa melihat di pameran perhiasan Birmingham hingga 16 April.

TELEGRAPH | CA

Tahun Ajaran Baru, Pakai Sepatu Baru

TEMPO Interaktif, Jakarta -Hampir sepekan liburan usai sudah. Ritme kembali ke sekolah bergerak sejak Senin lalu. Kegairahan yang ditunggu-tunggu tak hanya seputar alat tulis sekolah, seperti tas, buku, pensil, penggaris, dan penghapus, tapi juga perlengkapan busana sekolah, seperti sepatu. Sepatulah yang mengantarkan ayunan langkah kaki menuju sekolah.
Seperti yang tampak di pusat belanja Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu pekan lalu, sebuah gerai sepatu olahraga tampak disesaki kerumunan orang tua dan bocah yang sibuk memilih sepatu. Pada hari-hari belakangan ini, masih cukup banyak orang tua menyambangi bagian sepatu di gerai belanja untuk mendampingi buah hati mereka memilih kasut idaman.
Beberapa waktu yang lalu berlangsung peluncuran sepatu Eagle di Blok M Plaza, Jakarta. Peluncuran ini menandai bangkitnya kembali label dalam negeri Indonesia, yang memang sudah berdiri sejak 1986. Keberadaan sepatu Eagle telah mengisi pasar sepatu di Tanah Air dan cukup mendapat sambutan antusias serta berjaya di era akhir 1980-an dan awal 1990-an.
"Meski koleksi kami sebenarnya berfokus pada kebutuhan sepatu olahraga, kini kami hadir kembali bersamaan dengan tahun ajaran baru. Kami menyajikan koleksi sepatu yang tepat untuk sekolah, yang mengutamakan sisi kualitas atau kekuatan produk yang memiliki kenyamanan dan ketahanan tanpa mengabaikan unsur gaya atau trendi," ujar Bambang Triharto, Direktur Pemasaran Eagle Indonesia.
Menurut Bambang, koleksi sepatu sekolah Eagle mengedepankan kombinasi warna yang dirancang sesuai bentuk dan kategori sepatunya. Kemudian pemilihan dan kombinasi pemakaian bahan materialnya berkualitas. Lalu melalui pengawasan ketat dalam proses produksi, ukuran yang disesuaikan dengan kaki orang Indonesia, hingga soal harga yang terjangkau masyarakat.
"Di pertengahan 1990-an hingga 2000 terjadi serangan pasar dari label asing untuk jenis sepatu seperti Eagle. Serangan hebat itu sempat menghancurkan pasar produk lokal seperti yang kami alami," ucap Bambang. Harga sepatu di tempatnya mulai Rp 89 ribu.
Adapun pilihan, menurut Bambang, sepatu sekolah biasanya berwarna hitam karena sudah menjadi ketentuan Departemen Pendidikan Nasional. Namun, Eagle tetap menyediakan sepatu beraneka warna, seperti hijau, merah jambu, dan biru.
Adapun untuk pilihan mode, biasanya standar sepatu olahraga adalah nyaman dipakai dan leluasa saat dipakai berlari atau berjalan. "Anak-anak yang mengenakan sepatu sekolah sering berlari ke sana-kemari. Maka ada yang suka model ikat dengan tali atau model rekat yang cukup direkatkan saja."
Di pasar bisa dijumpai sepatu sekolah merek lain yang ternama, seperti Bata, Ardiles, Logo, Nike, Converse, dan Adidas. Semuanya bisa jadi pilihan untuk memantapkan langkah si upik dan si buyung bersekolah.
"Sudah dua jam saya dan suami mengantar si kembar, Rana dan Rani, mencari sepatu sekolah. Dia mau yang bermodel Barbie, tapi warna sepatu sekolah harus hitam. Koleksi Barbie hanya pas buat kegiatan olahraga. Mereka merengek minta sepatu bermodel boat, tapi sejak tadi kami pusing memilih sepatu sekolah karena tidak ada yang berbentuk seperti keinginan mereka," ucap Arnia Dewi, ibu rumah tangga yang pusing memilihkan sepatu sekolah bagi buah hatinya.
Ulis Darama, Manajer Tren dan Mode Centro, menyarankan pemilihan sepatu sekolah sebaiknya mengacu pada ketentuan sekolah atau umum. "Jangan paksakan diri membeli sepatu sesuai keinginan anak, tapi kemudian tidak terpakai. Sebab, sekarang sekolah menggiatkan keseragaman sepatunya, berwarna hitam atau putih, (kepada para siswa)," Ulis menerangkan.
HADRIANI P

Marga Singgih, Mengayun Langkah Sepatu Lokal

TEMPO Interaktif, Jakarta - Perancang sepatu dan tas asal Italia, Sergio Rossi, punya kalimat bijak: sebagai alas kaki, sepatu juga menyempurnakan penampilan.
Namun, di mata Marga Singgih, General Manager Andre Valentino Shoes, Andre Comfort Shoes, dan Studio Nine Shoes, sepatu tak hanya bermakna sebagai alas kaki.

"Sepatu itu seperti ayunan langkah kehidupan. Sepatu melengkapi penampilan seseorang dalam setiap kegiatannya. Ke kantor, undangan, acara santai, atau saat di rumah. Setidaknya, tiap orang memiliki empat pasang sepatu," kata pria yang biasa disapa Marga ini saat ditemui di Senayan City, Jakarta, Senin lalu.

Pria yang meretas karier panjang di label lokal--tapi orang sering salah dan kecele menyangka produk sepatunya berasal dari luar negeri--ini mengaku bangga atas anggapan orang yang keliru. Dia berterus terang bahwa pada awalnya produk tersebut memang terkenal justru di Singapura dan Malaysia.

"Produk kami memang beredar di sana terlebih dulu. Lalu menjadi incaran serta kebanggaan pencinta belanja di sana, termasuk warga Indonesia yang suka bepergian dan belanja. Mereka kepincut, lalu menyangka impor," kata pria yang sering disangka pemilik label ini. "Padahal, saya cuma pegawai, ya orang kedualah," ucapnya terbahak sambil menyebutkan, pemiliknya adalah William Jong dan Ayu Puji.

Boleh jadi anggapan orang yang menyangka produknya impor benar, karena melihat kemasan, kualitas, model, kampanye, dan tagline yang diusungnya, yakni chic & comfortable serta when ever you go, sangat pas mengesankan label impor.

Di dunia alas kaki, produk Andre Valentino (AV), Studio Nine (SN), dan Andre Comfort (AC) sejajar dengan label seperti Schol, Hush Pupies, Clark, Ever Best, Charles & Keith, VNC, Rohde, dan Kiekers. "Strategi pasar kami berhasil. Pertama, kami mencoba uji nyali kekuatan di luar. Ternyata sukses, lalu masuk ke Indonesia hingga berhasil seperti sekarang."

Ranah mode Tanah Air hingga ke tingkat Asia, seperti di Singapura, Malaysia, Vietnam, Hong Kong, dan Jepang, menjadi andalan serta kekuatan pasar produk sepatu ini di kelas menengah ke atas. Rancangan yang selalu aktual, berbahan impor, dan sangat berkualitas cocok bagi pribadi dinamis, aktif, serta berwawasan global.

Target pasar AV dan SN adalah pria serta wanita berusia 24-45 tahun. Adapun AC untuk untuk usia 45 tahun ke atas. "Kami padukan komponen bahan baku lokal dan impor. Prosesnya yang serba handmade, detail, dan berkarakter membawa produk kami sejajar dengan label asing," tuturnya bangga sembari menyebutkan bahwa gerainya sudah ada 39 buah di 13 kota.

Di dunia alas kaki, label grup AV menjadi leader yang sangat diperhitungkan dari sisi desain dan bahan. Produk jenis moccasin menjadi produk sepatu unggulan terbaik di antara produk sepatu berjenis sama.

Marga menuturkan, perusahaannya menerapkan konsep bisnis tradisional dan konvensional, yakni bervisi semangat idealis memperkuat pasar lokal. Pabriknya berada di Tangerang dengan 200 pegawai yang memiliki kemampuan sesuai keahlian.

Dalam setahun dapat diproduksi 30-50 ribu pasang sepatu. Untuk Malaysia dan Singapura, pabriknya tersendiri berupa ruko. Adapun harganya bervariasi untuk wanita, pria, dan anak-anak. Pada label AV, yang levelnya A-B, dibanderol mulai Rp 500 ribu.

Tercebur dalam dunia alas kaki, diakui oleh penyuka soto mi ini, seperti ayunan langkah kehidupan. Dulu sulung dari tujuh bersaudara ini bercita-cita menjadi wartawan. Ia sempat mewujudkan impian itu lewat kuliah dalam bidang jurnalistik, namun terputus. Berkat kemampuannya di bidang agama Buddha, ia sempat menjadi guru dan dosen.

Tapi pilihan berkarier sebagai tenaga penjual menjadikannya berpengalaman dan paham atas lika-liku bisnis. "Saya bersyukur atas semangat yang ditularkan ayah: sukses itu datang dari bekerja, hati nurani, kemauan belajar, dan menghargai orang kalau kamu tidak sendirian," tuturnya tentang wejangan ampuh dari orang tuanya.

Sikap sahaja dan sederhana yang digoreskan ayah-ibunya tak sia-sia. Dalam rentang kesuksesan yang makin berjalan, ayah tiga anak ini justru makin mendekatkan diri ke proses penyeimbangan lain, bukan cuma menekuni bisnis.

Dua tahun lalu ia membangun Yayasan Sutra Bakti di bidang pendidikan, kesehatan, kemasyarakatan yang bervisi developing smart & green community. Yayasan ini juga mendirikan rumah baca, TK, serta balai pengobatan umum dan gratis di dua desa miskin, yaitu Babelan, Bekasi, dan Kedaung Barat, Sepatan Timur, Tangerang. "Obsesi ke depan, saya ingin membuat Rumah Kehidupan untuk memberdayakan masyarakat dari berbagai aspek."
HADRIANI P/GRACE S. GANDHI

Setelah 60 Tahun, Puma dan Adidas Akhiri Perseteruan

TEMPO Interaktif, Berlin - Perusahaan raksasa sepatu olahraga Jerman, Puma dan Adidas sepakat mengakhiri perseteruan yang telah berlangsung 60 tahun. Kesepakatan ini dimulai oleh saudara-saudara pendiri perusahaan ini dengan pertandingan sepak bola persahabatan.
Adi dan Rudolf Dassler mulai membuat sepatu olahraga bersama di ruang cuci ibu mereka pada tahun 1920, seperti dilaporkan BBC dan dilansir ananova.com.

Mereka lalu berpisah pada Perang Dunia II, yang kemungkinan lebih disebabkan perbedaan politik. Keduanya lalu mendirikan perusahaan di kedua sisi sebuah sungai di kota Bavarian Herzogenaurach.

Pada Senin mendatang, 21 September, karyawan dari kedua perusahaan akan berjabat tangan dan kemudian memainkan pertandingan sepak bola.

Ketika kedua bersaudara ini mendirikan perusahaan terpisah pada tahun 1948, kota Cobblestoned juga terpecah. Penduduk kota ada yang setia kepada salah satu perusahaan besar itu dan sebagian berpihak pada perusahaan lainnya.

Dalam rilis bersama, kedua perusahaan mengatakan mereka melakukan hal itu untuk mendukung organisasi Peace One Day, dimana isi kampanye mereka adalah anti-kekerasan.

Mereka mengatakan bahwa peristiwa ini akan menjadi kegiatan yang pertama mereka lakukan bersama kedua perusahaan sejak pihak bersaudara ini meninggalkan perusahaan bersama pada tahun 1948.

Kelompok ini sekarang tidak dikendalikan oleh keturunan keluarga pendirinya, meskipun Frank, cucu Rudolf Dassler mengangkat beberapa pekerja di kota dengan bekerja untuk kedua perusahaan, Puma dan Adidas.

ANANOVA | HAYATI MAULANA NUR

Dari Bot hingga Kalung Besar

TEMPO Interaktif, Hari ini hari terakhir 2009. Tahun 2010, untuk sepatu, akan marak warna-warna cerah. Sebagian besar menggunakan bahan yang mengkilap yang mencolok mata. Sepatu bot serta sepatu sandal bertali yang cocok untuk pria dan wanita menjadi tren sepanjang tahun depan.
Sepatu bot dan sepatu kaum pekerja yang maskulin untuk pria dapat dikombinasikan dengan pakaian kasual atau formal. Koleksi Dr Marten rancangan Raf Simons, desainer asal Belgia, menawarkan ankle boot bergaya 1930-an dengan warna metalik, perak, dan keemasan.
Untuk pria yang ingin tampil berani sekaligus tough, merek lokal Tegep Boots yang berpusat di Bandung menawarkan sepatu bot yang lebih variatif, dari model gothic, cowboy boot hingga handpainted boot.
Bagi wanita, sepatu bot menjadi must have item untuk tampil trendi. Bukan cuma ankle boot, sepatu bot selutut hingga di atas lutut dapat menjadi pilihan. Dr Marten menyediakan koleksi dengan warna-warna jreng, seperti pink atau mulberry dengan sol rata. Sepatu bot model stiletto, platform, atau wedges juga layak dipilih untuk wanita yang ingin tampil seksi dengan Syu Shu Shoes. Syu Shu adalah merek lokal yang ikut dalam Jakarta Fashion Week, November lalu.
Sepatu dan sandal bertali juga akan menjadi tren absolut. Dengan warna-warna cerah, sepatu dan sandal bertali cocok untuk pria serta wanita. Pria bisa mencoba sandal bertali merek Chaco atau Mark Nason, yang dipadankan dengan bahan jins atau celana Hawaii, sedangkan wanita bisa mencoba sepatu merek lokal Svy berbahan suede yang manis atau sepatu Syu Shu yang feminin.
Selain itu, ada alas kaki unisex, seperti sepatu bot dan sandal bertali. Sepatu kulit, espadrilles, dan sepatu tenis akan membuat pria punya pilihan untuk alas kaki pada 2010. Sepatu kulit mengkilap dari Prada, Ed Hardy, atau Hugo Boss bisa dipadukan dengan pakaian yang bernada lembut dan tidak mencolok.
Espadrilles, sepatu berbahan kanvas dengan sol sepatu dari bahan tali tambang atau karet, jadi pilihan lain untuk kaum Adam. Ralph Lauren, Prada, dan Armani telah mengeluarkan koleksi espadrilles yang nyaman dalam berbagai warna dan gaya untuk 2010. Espadrilles model loafer bisa dipakai untuk acara semiformal, sedangkan model mules cocok untuk acara kasual.
Selain itu, sepatu tenis bisa menjadi pilihan ideal untuk Anda saat bekerja dan bermain. Pilihan sepatu tenis tersedia, seperti Puma, Nike, Adidas, dan lainnya untuk pria yang ingin bergaya travel look di berbagai kesempatan.
Untuk kaum Hawa, gaya sepatu 2010 bisa mematahkan pergelangan kaki. Stiletto setinggi 6-7 inci kembali jadi pilihan dengan warna-warni ceria. Sepanjang tahun, model caged boot dengan hak tinggi dari Yves Saint Laurent, sandal dan high heel dengan peep toe atau round toe dari merek lokal Svy dan Shito.
Stiletto clear shoes kembali hadir di tahun depan. Sepatu jenis ini sebelumnya menarik hati fashionista Milan Fashion Week beberapa waktu lalu. Meskipun tak nyaman dipakai, tumit kaki yang tampak memantik kesan glamor sekaligus seksi.
Prada dan Fendi bahkan tak hanya berkonsentrasi pada tumit yang tampak. Garis alas kaki dan tampilan seluruh sepatu juga sudah menjadi titik perhatian. Hiasan kristal, ruffles, dan kain turut memperkuat kesan glamor yang ingin ditampilkan.
Untuk tas, beberapa pengamat mode memperkirakan model big bag tampak masih menjadi tren. Tambahannya berupa aksen bebatuan dan manik-manik.
Untuk aksesori, tren 2010 mengacu pada ukuran serba besar. Gelang, kalung, cincin-cincin besar, dan anting Chandellier akan memperkaya penampilan, termasuk aksesori bib necklace.
Dalam sebuah acara peragaan peluncuran butik aksesori Phoebe & Chloe di Grand Indonesia bulan lalu juga ditampilkan tren aksesori yang bakal marak digemari sepanjang 2010. Bahan metal dengan pita juga diprediksi menggantikan bahan rantai, termasuk bahan kristal Swarovski dengan elemen kawat pun menjadi tren.
Permainan warna juga makin menarik. Warna yang ditampilkan memberi kesan glamor dan mewah, misalnya warna-warna menyala, seperti metalik, emas, dan perak.
Dari New York, Amerika Serikat, warna turquoise bakal menyeruak. Warna biru kehijauan dari elemen permata Pirus ini telah dipilih oleh Pantone sebagai warna 2010. Pantone sendiri adalah perusahaan yang menyuplai dan menjejak warna untuk fashion dan dekorasi rumah di antara industri-industri lain. Orang-orang dalam dunia fashion sudah sepakat dengan warna tersebut.
"Turquoise memikat secara universal. Bisa mengambil tamasya alam pikir tiap orang," kata Jane Schoenborn, Direktur Desain Lilly Pulitzer, dua pekan lalu di New York kepada AP. "Turquoise buat kita satu warna besar. Banyak waktu bepergian, apakah kamu sebenarnya pergi ke sebuah tujuan resor atau tidak."
Leatrice Eiseman, Direktur Eksekutif Pantone Color Institute, mengatakan tak ada nomor dua terhadap warna turquoise dalam benaknya karena orang mendambakan eskapisme dan kesegaran setelah (melewati) tahun yang berat.
l Amandra Mustika Megarani

KATA KUNCI

Warna:
metalik, hitam, burnish gold, cooperv, warna alam, turquoisev (biru kehijauan)
Sepatu:
bot, sepatu tenis, stiletto tipis
Aksesori:
berukuran besar (cincin, gelang), bahan metal, bib necklace, kristal-kristal dengan elemen kawat
 Dwi Arjanto

Masuknya Merek Sepatu Terkenal Akan Efisienkan Industri Sepatu

TEMPO Interaktif, Tangerang - Ketua Dewan Pembina Asosiasi Persepatuan Indonesia Harijanto menilai masuknya merek-merek sepatu terkenal di dunia ke Indonesia akan mendorong industri sepatu nasional untuk melakukan efisiensi dan restrukturisasi sistem produksi.
"Tapi pemerintah harus menjamin penyediaan listrik dan memperbaiki infrastruktur seperti jalan," kata dia saat mengikuti kunjungan Menteri Perdagangan Mari E Pangestu ke pabrik sepatu PT Panurab Dwikarya, Tangerang Banten, Rabu (27/1).

Ia mencontohkan akses jalan dari lokasi pabrik Panarub di Pabuaran Tumpeng Karawaci, Tangerang ke Tanjung Priok hanya lewat Tol Tomang yang kerap macet. Harijanto juga meminta kemudahan izin investasi terutama di daerah-daerah. 

Pimpinan PT Panarub Dwikarya Hendrik Sasmito mengatakan industri sepatu dalam negeri akan tetap kompetitif dengan Cina dan Vietnam asal bisa menjaga harga keekonomian produksi. "Asal tidak out pricing, akan bisa jalan terus," ujarnya.

Panarub saat ini memproduksi empat merek sepatu, Adidas, New Balance, Mizuno dan Specs. New Balance dijual per pasang US$ 12 sampai 16. Panarub mempunyai dua pabrik dan akan menambah satu pabrik baru di Cikupa Tangerang. Panarub telah mengekspor sejuta pasang sepatu. Hingga akhir 2010 kapasitas terpasang akan ditingkatkan menjadi 500 ribu pasang sepatu per bulan.

IQBAL MUHTAROM

Bata Obral Stok Produk Lama

TEMPO Interaktif, Makassar -  Untuk menghabiskan persediaan barang sisa tahun lalu, kantor cabang sepatu Bata Makassar menggelar acara cuci gudang selama 10 hari. Potongan harga yang ditawarkan cukup menarik, yakni hingga 70 persen.
 Menurut M. Firman, Koordinator Pemasaran Bata Makassar, acara cuci gudang yang akan berakhir pada 7 Maret mendatang itu merupakan kebijakan rutin setiap tahun. Acaranya pun berlangsung di beberapa tempat secara bergiliran.

Pada 26-28 Februari lalu, acara cuci gudang dipusatkan di Jalan A.P. Pettarani. Pada 1-3 Maret di Makassar Town Square dan 4-7 Maret di Jalan H.O.S. Cokroaminoto. "Untuk mengganti model terbaru," kata Firman, Sabtu lalu.

Pada tiga hari pertama program cuci gudang ini dilangsungkan, sambutan masyarakat cukup besar. Menurut Firman, dalam sehari jumlah pengunjung bisa mencapai 500 orang dengan nilai transaksi Rp 10-15 juta.

Beberapa produk yang ditawarkan cukup bervariasi. Untuk anak-anak, ada sandal dan sepatu. Sedangkan untuk orang dewasa, ada sepatu berbahan kulit yang hanya dibanderol Rp 100 ribu. "Potongannya 50-70 persen," ucap Firman.

Untuk sepatu olahraga, harga yang ditawarkan cukup murah, yakni Rp 80 ribu per pasang, dengan berbagai macam warna, seperti putih, biru, dan hitam. "Modelnya masih belum ketinggalan," kata Firman.

Adapun untuk anak-anak, seperti sandal dari bahan karet, dijual seharga Rp 20 ribu. Sedangkan sandal yang separuhnya berbahan baku kulit, dijual dengan harga Rp 40 ribu. "Harga itu sudah didiskon," ujar Firman.

Amri, salah satu pembeli asal Kecamatan Panakkukang, mengaku mengetahui adanya acara cuci gudang itu dari tetangganya. "Begitu saya diberi tahu, saya langsung ke sini. Harganya lumayan murah," kata dia, bersemangat.

Dalam memperkukuh bisnisnya di Sulawesi Selatan, Bata cabang Makassar mengkoordinasi lima outlet, yakni di Mal Panakkukang, Town Square, Panakkukang Trade Center, Makassar Trade Center, dan Sungguminasa, Gowa.

Firman mengatakan program cuci gudang ini akan berlanjut pada pertengahan tahun ini, karena saat itu biasanya banyak model terbaru yang masuk ke Makassar. Biasanya model baru tersebut langsung dipasarkan.

"Produk baru akan secara rutin menggantikan produk model lama yang sudah kurang diminati masyarakat," Firman menambahkan.

INDRA O Y

Industri Sepatu Dikuasai Cina

TEMPO Interaktif, Jakarta -Seluruh industri sepatu kelas menengah produk dalam negeri sudah dikuasai pengusaha asing. "Sementara itu 80 persen industri sepat kelas atas juga dikuasai pengusaha asing,"  kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi Perdagangan dan PerindustrianDPR di gedung DPR hari ini.

Sedangkan , sebagian besar pengusaha sepatu di Indonesia adalah Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Oleh karenanya  Eddy meminta pemerintah memberikan kemudahan berusaha pada industri sepatu dalam negeri. Dia mencontohkan seperti insentif pada industri dengan yang mempekerjakan banyak tenaga kerja seperti industi sepatu.

Namun, kata Eddy, saat ini industri sepatu justru dipersulit dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL).  "Kenaikan TDL yang dialami industri sepatu sekitar 31,53 persen," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Eddy juga mendukung revisi  Peraturan Menteri nomor 7 tahun 2010 tentang tarif listrik yang disediakan oleh PT PLN Persero.

EKA UTAMI APRILIA

Pengusaha Sepatu Beralih Jadi Pedagang

TEMPO Interaktif, Jakarta -Sebagian besar pengusaha sepatu telah beralih menjadi pedagang. "Sebanyak 30-40 persen dari 300 anggota asosiasi beralih menjadi pedagang sepatu," kata Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Eddy Widjanarko, ketika dihubungi hari ini.

Menurut Eddy, peralihan tersebut karena produk sepatu Indonesia sudah semakin kalah saing dengan produk impor. "Kenaikan impor merupakan dampak dari penerapan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-Cina," kata dia. Sebab, bea masuk untuk impor alas kaki turun dari 35 persen menjadi 5-15 persen.

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, impor alas kaki pada periode Januari-Mei 2010 mengalami kenaikan 52,52% dibanding periode yang sama di tahun 2009. Realisasi impor pada Januari-Mei 2009 hanya US$ 51,782 juta. Sedangkan pada periode Januari-Mei 2010, impor melonjak hingga US$ 78,978 juta.

Selain lonjakan impor, sambung Eddy, para pengusaha juga menghadapi berbagai masalah karena kebijakan dalam negeri. "Diantaranya kebijakan kenaikan Tarif Dasar Listrik," kata dia.

Menurut Eddy, pada kesepakatan terbaru dengan pemerintah, kenaikan TDL hanya 12 persen. "Kenaikan TDL itu menyebabkan biaya produksi naik hingga 35-37 persen," kata dia.

Akibatnya, sejak lima tahun terakhir, pangsa pasar sepatu Indonesia tergerus. "Pangsa pasar sepatu lokal sudah di bawah 50 persen," kata dia. Eddy mengungkapkan, pangsa pasar sepatu di Indonesia mencapai Rp 25 triliun per tahun.

Maka, Eddy meminta pemerintah segera memberikan informasi seperti early warning system bila terjadi lonjakan impor. "Kami menunggu sikap pemerintah untuk untuk mengatasi lonjakan impor ini. Karena lonjakan sudah mencapai 50 persen," kata dia.

EKA UTAMI APRILIA

Bot di Sepanjang Musim

TEMPO Interaktif, Menjelang musim gugur dan musim dingin, bot mulai dicari. Bot memang bisa membuat kaki nyaman dari serangan udara dingin dan membuat penampilan semakin gaya. Tapi bot juga bisa dipakai bergaya saat musim semi dan musim panas. Mereka yang tinggal di daerah tropis pun bisa ikut bergaya dengan bot, tanpa kaki harus kepanasan.
Pada pergelaran Pekan Mode New York musim gugur, bot bertebaran di beberapa koleksi, dari bot dengan ankle rendah hingga bot tinggi di atas lutut. Bot-bot itu membuat gaya yang ditampilkan semakin terlihat kuat, seperti gaya urban warrior, glamor, eksentrik, serta bohemian.
Bot kulit selutut berwarna hitam dalam koleksi Calvin Klein membuat pemakainya terkesan kukuh sekaligus seksi dalam gaya urban warrior. Apalagi dipadukan dengan jaket bulu berwarna senada, mengingatkan kita akan penampilan tokoh Xena The Warrior Princes.
Adakalanya gaya urban warrior terlihat elegan dengan bot setengah betis. Masih dengan atasan yang dibalut jaket panjang hitam dengan potongan yang rapi seperti pada koleksi Narciso Rodriguez. Lain lagi dengan gaya konservatif glamor yang ditampilkan Max Azria. Terusan abu-abu berlengan panjang dengan bentuk lurus tanpa lekuk pinggul terlihat sederhana sekaligus glamor dengan padu padan bot pendek berwarna serupa.
Bot juga bisa tampil dalam gaya yang eksentrik. Bot hitam bertali dengan garis merah sebagai frame-nya melengkapi rok selutut merah marun dalam balutan jaket berbulu cokelat. Sedangkan buat pencinta gaya ala jalanan, bot sangat cocok melengkapi penampilan dengan bot bertali dengan stiletto, brutal sekaligus seksi.
Umumnya bot terbuat dari kulit atau karet agar tahan air, lumpur, dan salju. Bahkan bot untuk pekerja di pabrik besi dirancang supaya tahan terhadap besi cair. Ada pula bot yang dirancang tahan terhadap bahan kimia tertentu supaya bisa dipakai oleh pekerja yang banyak berhubungan dengan bahan tersebut. Jahitannya dibuat ketat dan kuat agar efektif melindungi kaki dari berbagai materi yang berbahaya. Belakangan bot dibuat dari berbagai bahan lainnya, seperti kanvas.
Selain itu, ada bot yang dirancang untuk aktivitas olahraga, seperti berkuda, ski, snowboarding, ice skating, dan olahraga lainnya yang dilakukan di daerah yang basah. Pada awalnya, bot dipasangi paku dan hak tinggi, serta lempengan pelindung jari. Tapi sekarang bot dibuat dengan sol karet yang tebal, dan kadang malah dibuat terbuka di bagian jarinya.
Awalnya, bot memang dirancang secara fungsional, tapi kemudian dibuat lebih fashionable dengan berbagai detail tambahan, seperti hak tinggi, sol platform, atau dengan ruitsleting dan sejenisnya. Bot buat pekerja, seperti bot Dr Martens yang terkenal itu, meniru gaya bot komunitas skinhead dan punk, yang merupakan ciri khas bagian dari pakaian mereka. Gaya tersebut kemudian banyak menjadi inspirasi di dunia fashion, termasuk untuk bot perempuan.
Belakangan, bot pun marak digunakan pada musim semi dan panas dengan bagian jari atau tumit yang terbuka, sehingga kaki tidak terasa panas. Bot jenis ini sering disebut bot sandal. Dalam beberapa bulan terakhir ini, bot dengan hak wedge juga mulai marak di dunia fashion. Tetap dengan mempertahankan bahan yang umumnya dari kulit menutup seluruh bagian kaki hingga ankle atau lebih tinggi, tapi dimodifikasi dengan ornamen tali-tali, sehingga kulit kaki tak sepenuhnya tertutup.
Bot yang tidak menutupi seluruh permukaan kaki ini bisa dikenakan dalam acara-acara yang berudara panas. Sebab, kaki bisa mendapat udara dari luar karena tidak seluruh bagian tertutup. Ada yang dengan model tali ankle strap dengan bagian tengahnya tertutup seperti kaus kaki. Ada pula yang penuh dengan tali-tali, sehingga kaki terlihat seksi. | AQIDA SWAMURTI


Hikayat Bot Sang Dokter

Bicara sejarah bot tidak lepas dari kisah hidup Dr Klaus Marten. Dia adalah dokter tentara Jerman pada era Perang Dunia II yang mengalami cedera kaki pada 1945. Supaya tetap bisa mengenakan botnya, dia memodifikasi sepatu itu dengan memberi lapisan kulit dan bantalan udara yang empuk. Setelah perang berakhir, berbekal pengalaman ini, sang dokter mencoba menjual ide inovasinya dan menjalankan sebuah perusahaan sepatu rumahan berskala kecil di Jerman.
Pada 1960, sebuah perusahaan bernama Griggs Group membeli lisensi sepatu itu untuk dipasarkan di Inggris. Perusahaan ini melakukan sedikit perbaikan dalam desainnya: membuat ciri khas berupa jahitan sol sepatu dengan benang warna kuning, lalu memberi label dan memproduksi sol bermerek Airwair. Di sinilah menjadi titik penting sejarah sepatu sang dokter. Bot klasik Docmart-1490 untuk pertama kalinya menginjak pasar London.
Bot warna merah cherry yang didesain nyaman dan praktis ini ternyata disukai oleh kalangan pekerja. Banyak sekali buruh pabrik, tukang pos, bahkan petugas polisi, memakainya saat bertugas. Image sebagai sepatu milik common people pun terbentuk secara alami dan merebut perhatian anak muda dari kalangan sub-kultur punk. Pada akhir 1960-an, sepatu sang dokter banyak dipakai oleh komunitas skinhead Inggris dan geng-geng di jalanan. Mereka punya kebiasaan aneh menyemir bot merah Docmart dengan semir warna hitam sampai warnanya jadi merah gelap dan mengkilap seperti kelereng.
Gaya ini semakin populer pada 1970-an ketika dikenakan oleh kalangan artis punk rock, ska, psychobillies, gothic, industrialis, hardcore, straight-edge, glam, bahkan new wave. Melalui bantuan para musisi tersebut, bot Docmart dari Kota London menyebar ke seluruh dataran Inggris dan Eropa hingga ke seluruh dunia.
Puncaknya, pada 1900-an, sepatu Docmart berkembang menjadi tren yang menjangkiti semua orang, tidak lagi sebatas sub-kultur punk. Setelah menjadi industri besar, sebagian komunitas skinhead sejati, yang identik dengan spirit anti-kemapanan dan anti-kapitalisme, mulai mempertanyakan brand sang dokter. Mereka pun mulai beralih ke merek pesaing Docmart, seperti Grinder, Ranger, dan Gripfast.
Tapi bot sang dokter telanjur mencetak jejak solnya di wajah sejarah dunia. Docmart merupakan sepatu yang menjadi legenda di dunia fashion anak muda. Ibaratnya, ia seperti tren yang dilontarkan oleh anak muda di seluruh dunia, jauh sebelum era MTV, iTunes, YouTube, dan MySpace. | HADRIANI P | pelbagai sumber

Industri Kulit Keluhkan Kekurangan Bahan Baku

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI), Sutanto Haryono, mengatakan bahwa pertumbuhan industri alas kaki dan produk kulit lainnya saat ini terkendala karena kekurangan pasokan bahan baku. Akibatnya, utilisasi industri pengguna bahan baku kulit tidak bisa optimal.
"Hanya sekitar 50-60 persen," kata Sutanto di Jakarta Kamis, 28 April 2011.
Saat ini, terdapat 67 pabrik dan 120 industri rumahan penyamakan kulit yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Kapasitas terpasang industri penyamakan itu mencapai 150 juta square feet setara dengan lima juta lembar kulit sapi dan 100 juta lembar kulit kambing. Sementara itu, tingkat utilitas mencapai 40 persen kulit sapi dan 20 persen kulit kambing. Industri ini mampu menyerap 6.410 orang tenga kerja.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan bahwa pembatasan ekspor kulit bahan baku industri alas kaki dan produk kulit lainnya hanya bisa dilakukan jika ada jaminan serapan domestik. Menyusul permintaan industri penyamakan kulit agar ekspor kulit bahan baku dari Indonesia dibatasi.
Kulit bahan baku yang berkualitas dari Indonesia banyak diekspor ke luar negeri. Di sisi lain, Indonesia juga masih bergantung pada pasokan impor. Pembatasan ekspor kulit harus ada jaminan serapan di dalam negeri dulu. “Jangan sampai kita membatasi ekspor, tapi industri di dalam negeri tidak menyerap. Kalau begitu kita salah. Selain itu, harga juga harus bagus,” kata Hidayat.
Selain itu, pemerintah juga merancang skema untuk menyiapkan fasilitas bagi industri yang kesulitan pasokan bahan baku. Pemerintah akan mengundang investor di sektor bahan baku dan barang modal dengan fasilitas tax allowance dari pemerintah. Menurut Hidayat, selama ini investasi di industri barang modal dan bahan baku cenderung diabaikan sehingga setiap kali industri meningkat, impor juga meningkat.

Sebelumnya, Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah, mengatakan penerapan bea keluar (BK) atas ekspor kulit kurang mampu menghadang ekspor bahan baku kulit untuk alas kaki yang semakin gencar dilakukan eksportir. Seharusnya, ujar dia, bea keluar mesti dinaikkan lagi agar lebih memiliki daya tekan.

AGUNG SEDAYU

Artistik! Lady GaGa Main Piano Berbentuk Sepatu Raksasa


image
Lady GaGa menyanyi dan memainkan piano berbentuk sepatu raksasa (SM CyberNews/doc)
Los Angeles, CyberNews. Penyanyi Lady GaGa memang selalu membuat daya tarik tersendiri hingga sebagian orang harus memusatkan mata kepadanya. Kali ini Lady GaGa tampil di acara The Oprah Winfrey Show untuk segmen "Hookups" dengan membuat kejutan memainkan piano yang berbentuk sepatu raksasa.
Seperti dilansir dari MTV News, GaGa tampil secara akustik membawakan singgel "Born This Way" dan "You and I". Diketahui pula, tampilnya GaGa di acara Oprah bersamaan dengan rilis video musik "Judas", Kamis (5/5) itu.
"Saya merasa sangat istimewa dan bangga karena pernah diundang di acara Oprah dan saya hanya bisa berharap saya bisa hadir disini, sedihnya, saya tak bisa menemukan pasangan yang tepat untuk sepatu yang saya kenakan."
Ia kemudian muncul mengejutkan penonton ketika layar dinaikkan. Yang menarik dari penampilannya itu bukan hanya jaket kulit merah dan topi topeng yang ia kenakan. Tetapi juga piano yang dimainkan GaGa yang terpasang dalam sepatu stiletto keemasan ukuran raksasa.
Dalam penampilannya itu, GaGa membawakan lirik baru dari lagu "You and I", yakni "We got a whole lot of money, but still pay rent/ 'Cause you can't buy a house in Heaven/ There's only three men I served my whole life/ It's my dad and Nebraska and Jesus Christ." (Kami punya banyak uang tapi masih harus membayar sewa, karena kamu tak bisa membeli rumah di Surga/Ada tiga pria yang aku layani seumur hidupku/ Mereka adalah ayahku, Nebraska dan Yesus Kristus).
Setelah tampil memukau disaksikan Oprah dan Johnny Depp, GaGa mengungkapkan pada Oprah kalau kalau sepatu tersebut terutama dirancang oleh adiknya Natali Germanotta yang menempuh pendidikan di sekolah mode.
"Kami merancang pakaiannya," ungkap GaGa. "Tapi adik saya yang masih berusia 19 tahun, dia adalah siswa sekolah mode dan dia yang menciptakan sepatu hak tinggi ini dan saya menyatukannya dengan piano, jadi ini kejutan."
(Nv@/CN15)

03 May 2011

Ingin Sepatu Tetap 'Kinclong'? Ini Tipsnya!

INILAH.COM,Jakarta - Sepatu banyak dikoleksi sebagian perempuan di dunia. Namun bagaimana jika deretan koleksinya didominasi sepatu berbahan suede.

Sepatu berbahan suede memang indah dikenakan. Tapi bahan sepatu yang lembut dan halus itu juga gampang kotor dan berdebu. Lantas, bagaimana cara membersihkannya?

Dilansir dari situs mystile.com, pakar sepatu sekaligus pemilik Shoe Rescue, Sandra Dale, memiliki sejumlah tips jitu untuk membersihkan sepatu kesayangan Anda.

Debu dan kotoran

Langkah pertama, segera tangani sepatu begitu terkena noda. Jangan mendiamkannya dan menyurukkannya ke bagian belakang lemari.
Jika sepatu suede Anda kotor, buat larutan dari satu cangkir cuka putih dan satu gelas air. Lalu, gosok secara perlahan sampai noda itu hilang.

Tumpahan minyak

Jika sepatu secara tidak sengaja terkena tumpahan minyak, seperti saus salad atau oli misalnya, Anda membutuhkan sejumlah bahan dapur untuk membersihkannya.
Untuk sepatu kulit, taburi tepung maizena di atas noda minyak tersebut, lalu gosok noda secara cepat. Ulangi beberapa kali sampai noda lenyap.

Untuk sepatu suede, gunakan sikat suede untuk membersihkan noda. Jika sepatu terbuat dari kanvas, masukkan saja ke mesin cuci untuk membersihkannya.

Lumpur

Meski terdengar paradoks, Dale menyarankan untuk menjemur sepatu di bawah sinar mentari hingga noda lumpur benar-benar kering. Setelah itu, cungkil sebanyak mungkin potongan lumpur yang mengeras itu dengan pisau tumpul.

Gunakan tisu bayi untuk membersihkan sisa lumpur dari sepatu kulit Anda. Sedangkan untuk sepatu suede, gunakan sikat suede andalan Anda guna membersihkannya. [mor]

Over Knee Socks Motif Tengkorak

KapanLagi.com - Kaus kaki tidak hanya bisa dipakai pada saat sekolah atau memakai sepatu keds saat olahraga, kaos kaki terdiri dari berbagai macam bentuk yang bisa Anda pakai untuk tampil fashionable. Ada kaus kaki sedikit di atas mata kaki (yang sudah sering Anda pakai sejak di Taman Kanak-Kanak), hingga kaus kaki di atas lutut yang bisa Anda pakai sebagai item yang menunjang penampilan Anda.

Kaus kaki tidak melulu dihias dengan motif polos atau motif yang manis, kaus kaki yang satu ini akan menghangatkan kaki Anda, unik sekaligus sedikit menyeramkan. Kalau pada masa sekolah dulu Anda menyukai pelajaran Biologi dan struktur tulang manusia, tampaknya Anda akan jatuh cinta pada kaos kaki ini. Anda yang suka sesuatu yang berbau horor dan gothic juga akan menyukai kaus kaki unik ini.

Namanya... Skeleton Over Knee Socks. Dari namanya saya kita sudah tahu bahwa kaus kaki ini memiliki panjang di atas lutut sekaligus ada sesuatu yang berbau tulang di sana. Yup, kaus kaki yang akan menghangatkan kaki Anda ini memiliki warna hitam pekat dan terdapat ruas tulang kaki yang pas dengan kaki Anda. Jika dipakai, maka seolah-olah gambar tulang pada kaus kaki tersebut adalah tulang Anda.

Apakah kaus kaki tersebut akan nyaman dipakai? Tentu saja, bahan pembuat kaus kaki tersebut akan membuat Anda merasa nyaman saat memakainya tanpa menimbulkan efek gatal pada bagian ujungnya. Kesan seksi justru akan muncul sekalipun kaus kaki tersebut lebih mengarah pada kesan horor dan gothic. Anda hanya harus merogoh saku sebesar $ 14 untuk sepasang kaus kaki unik ini.

Tidak harus menunggu hingga Halloween untuk memakai kaus kaki tengkorak ini. Anda bisa berjalan-jalan memakainya. Padukan dengan hot pants atau rok mini, maka Anda bisa memamerkan keunikan kaus kaki tersebut. (wo/wsw)

Rococo, One Stop Fashion Shopping

ITEM fesyen apa yang Anda butuhkan saat ini? Sepatu, baju, tas atau aksesori? Tak perlu bingung-bingung berpikir merumuskan destinasi shopping untuk memenuhi semua kebutuhan Anda tersebut. Mampir saja ke butik Rococo. Di sini, semua keperluan fesyen Anda tersedia.

Saat butik lain secara eksklusif mengangkat sebuah brand tertentu, Rococo memilih untuk mengusung multibrand store di mana memudahkan para customer dalam memenuhi kebutuhan fesyennya.

Di butik Rococo yang berada di Plasa Senayan dan baru saja re-opening, Anda dapat meluapkan hasrat berbelanja secara penuh. Berbagai kebutuhan mulai dari busana santai, sepatu, sandal, tas hingga aksesori dari berbagai brand ternama di dunia tersedia di sini. Jadi, Anda pun tak perlu menghabiskan waktu berlama-lama untuk mencari koleksi dari atas hingga bawah.

"Rococo adalah store yang menawarkan koleksi multibrand. Jadi, pilihannya banyak sehingga kita tidak perlu pusing mencari kemana-mana. Rococo menyediakan koleksi dari model simpel sampai glamor sekalipun. Hal terpenting, semua koleksinya sangat nyaman saat digunakan. Saya sering ke sini kalau sedang membutuhkan busana atau sepatu untuk kebutuhan panggung. Tapi paling sering sih saya cari sepatu. Brand yang paling saya favoritkan Stuart Weitzman. Soalnya nyaman banget meski dipakai salsa dan berbagai aktivitas apapun," ujar Liza Natalia sebagai salah satu pelanggan Rococo kepada okezone saat re-opening Rococo di Plasa Senayan pada Kamis (28/8/2011).

Cut Keke pun mengamini kenyamanan tersebut. Menurutnya, Rococo menjadi persinggahan yang pas saat dirinya mencari item fesyen. "Saya biasanya cari sepatu atau sandal. Terkadang hunting aksesori atau clutch juga sih, jadi kalau ada yang cocok ya saya beli. Saya suka banget Rococo. Tempat ini sangat memudahkan aktivitas berbelanja saya. Cukup satu toko, tapi merek apa saja tersedia," ungkapnya kepada okezone pada kesempatan yang sama.

Ya, Rococo sebagai multibrand store memang ingin mempersembahkan pengalaman berbelanja yang komplet kepada para pecinta fesyen. Uniknya, meski passion Rococo menyediakan berbagai item fesyen dari berbagai brand terkemuka di seluruh dunia namun semua koleksi yang ditawarkan menyasar segala usia baik dari anak-anak, remaja, wanita dan pria. Inilah yang menjadi keunikan Rococo ketimbang store lainnya yang berjejer rapi di sekitarnya.

"Tujuan utama kehadiran re-opening Rococo di Plasa Senayan ini memang ingin memenuhi secara keseluruhan kebutuhan pelanggan kami dengan tawaran produk yang berkualitas wahid. Karenanya, pembaruan dalam re-opening butik ini pun tak hanya menyangkut koleksi semata, tapi juga sisi desain yang terlihat lebih hangat dan luxury, dan juga mempersembahkan area butik yang lebih luas dari sebelumnya. Kami sadar, di Indonesia saat ini masyarakat yang sadar akan nilai fesyen semakin meningkat setiap waktu," jelas Ditya Nabil selaku Public Relations Rococo Group.
(tty)

Harijanto: Lama digencet sepatu China sampai tak terasa lagi

Sebagai Ketua Dewan Pembina Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) dan pelaku usaha selama 22 tahun, Harijanto mengaku sangat gembira atas pencanangan Hari Sepatu. Dia langsung meminta Aprisindo membuat proposal agar Kementerian Perdagangan menetapkan 9 Maret sebagai Hari Sepatu Nasional.
Setiap 9 Maret, asosiasi akan membuat acara khusus sebagai bentuk kampanye pemakaian sepatu lokal. Harijanto ingin kampanye seperti ini tidak berhenti untuk menumbuhkan rasa cinta produk dalam negeri. “Kalau berkualitas kurang baik, mari kita bina bersama. Bila tak ada dana, pemerintah yang harus membantu,” kata Harijanto.
Selama ini, dia menilai, pemerintah kurang fokus dan konsisten dalam membantu usaha. Lantas, seperti apa kondisi industri sepatu Tanah Air? Apa tantangan dan peluangnya? Jurnalis KONTAN Lamgiat Siringoringo dan Herry Prasetyo mewawancarai pemilik merek sepatu Piero dan Starmon ini, Kamis (24/3). Inilah nukilannya.
KONTAN: Apa yang bisa diharapkan dari Hari Sepatu? Di satu sisi sok cinta produk dalam negeri tapi masih banyak sepatu impor, resmi atau ilegal, yang beredar?
HARIJANTO: Ini bukan kontradiksi sebenarnya. Memang Indonesia memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan China. Banyak orang yang komplain. Tapi, sebenarnya mereka itu takut bersaing. Saya tidak takut dengan produk China, karena saya merasa bisa bersaing. Orang sering bilang produk China itu murah, sekarang sudah tidak ada di sepatu. Kalau 10 tahun lalu, itu benar. Yang kita khawatirkan itu bagaimana kita mengembangkan kompetensi industri kita.
Saat ini, pendapatan masyarakat kita terus tumbuh dan semakin tinggi. Dulu, mereka beli sepatu murah. Tapi, seiring pendapatan lebih tinggi, mereka naik kelas beli sepatu yang lebih pantas. Kalau slot ini tidak diisi pengusaha kita, pasti akan masuk barang impor. Tidak harus dari China. Kalau barang China mahal, namanya pedagang akan mencari barang dari India, Bangladesh, dan lainnya.
KONTAN: Tapi, benar, kan, produk sepatu lokal semakin tergencet sepatu impor dari China?
HARIJANTO: Masa, sih? Bukannya sudah lama industri sepatu lokal tergencet sepatu China? Saking lamanya, bertahun-tahun digencet sampai tak terasa ha ha ha...
KONTAN: Lalu, seperti apa kondisi terkini industri sepatu di Indonesia?
HARIJANTO: Berbicara industri sepatu Indonesia harus melalui dua pendekatan, sisi ekspor dan pasar dalam negeri. Seringkali, orang bingung karena mencampuradukkan keduanya. Bicara ekspor, industri sepatu kita lebih baik dari tahun 2009 ke belakang. Sebelumnya, dari tahun 2005–2008 itu masa susah industri sepatu melakukan ekspor. Tahun 2009 mulai merangkak membaik.
Konsumen sepatu dunia melihat produk Indonesia masih kompetitif. Sekarang, nilai ekspor tahun 2010 sudah menyamai pencapaian tahun 1996, yaitu US$ 2,5 miliar. Saya perkirakan pada 2011 ini, nilai ekspor sepatu kita akan tembus di atas US$ 3,2 miliar, bila semuanya berjalan lancar. Soalnya, saat ini ada beberapa proyek pembangunan pabrik terpaksa mundur karena kawasan industri yang belum siap.
KONTAN: Jadi ekspor aman?
HARIJANTO: Untuk ekspor, kami tak perlu khawatir. Yang harus kami jaga, jangan sampai kita menganggap pencapaian ini sudah hebat. Sebenarnya belum apa-apa. Karena nilai ekspor kita ini kalah jauh dari Vietnam yang sebesar US$ 6 miliar dan, apalagi, China yang mencapai US$ 50 miliar.
Sampai saat ini profil industri sepatu kita sangat unik. Indonesia sangat kuat dari segi ekspor sepatu atletik. Dari nilai ekspor US$ 2,5 miliar, porsi sepatu atletik itu 85%–90%. Artinya, ekspor sepatu nonatletik hanya sekitar US$ 300 juta. Makanya, sejak zaman saya di Aprisindo, saya menekankan untuk menggalakkan ekspor sepatu nonatletik dan baru tahun 2006 mulai jalan. Tapi, memang masalah ini sangat kompleks.
Lantaran kita mencoba export driven untuk memperkuat cadangan devisa dan menggerakkan ekonomi, ekspor sepatu atletik menjadi pilihan. Volume dan penyerapan tenaga kerjanya memang besar.
KONTAN: Mengapa ekspor sepatu nonatletik sulit?
HARIJANTO: Pertama, ekspor sepatu nonatletik sangat bergantung pada industri yang skala usahanya tidak besar tapi banyak. Skala yang kecil menyulitkan proses manajemen. Tidak ada industri sepatu nonatletik yang pegawainya besar hingga 10.000 orang, paling-paling
300 orang. Kalau sampai 1.000– 2.000 orang itu sudah tergolong besar. Kebanyakan masuk kategori home production.
Kedua, standardisasi proses dan kualitas produk itu sangat beraneka macam. Tidak seperti sepatu atletik yang kebanyakan satu macam saja. Belum lagi soal kualitas. Soalnya, keluhan yang muncul dari pemakai, ada sepatu dengan jenis dan ukuran sama enak dipakai tapi ketika beli lagi berbeda rasanya.
Akibat dominasi home industry seperti ini, pemerintah harus memberi perhatian lebih untuk membina mereka. Masalah ini sudah kami usulkan sejak sebelum krisis moneter tahun 1997 lalu. Kelemahan kita itu tidak konsisten sehingga tidak fokus. Belum lagi masalah birokrasi.
KONTAN: Apakah ini bukan karena para pemain sepatu yang besar enggan bermain di sepatu kulit?
HARIJANTO: Masalahnya bukan tidak mau bermain, tapi tidak memiliki kompetensi di sepatu kulit. Anda biasa jualan soto bertahun-tahun dan sekarang harus berdagang rawon. Bisa saja Anda membuat rawon, tapi belum tentu laku, kan?
Selengkapnya di Tabloid KONTAN edisi 28 Maret-3 April 2011.

Utilisasi pabrik sepatu terpangkas

JAKARTA. Imbas seretnya pasokan bahan baku kulit melebar ke mana-mana. Selain mengganggu aktivitas produksi di industri penyamakan kulit, minimnya pasokan bahan baku kulit juga berdampak kepada industri pengolahan kulit, terutama industri alas kaki atau sepatu.
Ketua Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Sutanto Haryono mengatakan, kendala bahan baku kulit sangat mengganggu kinerja industri alas kaki dan produk kulit lainnya. Akibat minimnya bahan baku kulit, utilisasi industri alas kaki terpangkas cukup dalam.
Sutanto memperkirakan, utilisasi industri alas kaki kini tinggal 50%-60% dari total kapasitas produksi.
Selain alas kaki, industri lain yang terganggu akibat kendala bahan baku kulit adalah fesyen. Kondisi serupa juga terjadi di industri penyamakan kulit.
"Sekitar 200 perusahaan anggota APKI terganggu kinerjanya," kata Sutanto dalam acara Gelar Sepatu, Kulit dan Fashian Produksi Indonesia 2011, Kamis (28/4). Sutanto meminta pemerintah menaruh perhatian terhadap industri ini.
Sekitar 60% impor
Untuk mempertahankan operasi pabriknya, banyak produsen sepatu terpaksa mengimpor bahan baku kulit. Impor bahan kulit itu mencapai sekitar 60% dari total kebutuhan bahan baku. Tapi kendalanya, impor memakan waktu agak lama dan prosesnya juga tak mudah. "Itu yang membuat produksi tidak bisa maksimal, kami sih inginnya mendapat bahan baku dengan cepat dan mudah," kata Djimanto, Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo).
Untuk itu, menurut Djimanto, tidak ada cara selain mendatangkan bahan baku dari dalam negeri. Namun, mengharapkan pasokan kulit lokal agak sulit. Sebab, banyak tempat pemotongan hewan lebih suka mengekspor bahan baku kulit, ketimbang memasoknya ke industri di dalam negeri. "Pemerintah harus bisa membantu," ujarnya.
Masalah bahan baku kulit sendiri sudah lama dikeluhkan para pelaku industri pengguna kulit di dalam negeri. Sekjen APKI Lany Sulaiman sebelumnya menyatakan, kebutuhan kulit sapi untuk industri di dalam negeri mencapai 5 juta ekor per tahun.
Sedangkan pasokan dari dalam negeri hanya sebanyak 2 juta ekor per tahun. "Kesulitan bahan baku kulit juga terjadi karena produksi kulit dari Indonesia banyak yang diekspor," kata Lany. Ia berharap, pemerintah bisa membantu dengan melakukan pembatasan ekspor bahan baku kulit.
Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan, pembatasan ekspor bahan baku kulit hanya bisa dilakukan jika ada jaminan penyerapan dari pasar domestik. "Jangan sampai kami membatasi ekspor, tapi industri di dalam negeri tidak menyerap," kata Hidayat.
Selain jaminan pasar, harga jual kulit di dalam negeri juga harus bagus agar kebijakan pembatasan ekspor bahan baku kulit tidak merugikan produsen kulit. Meski begitu, Hidayat mengaku pemerintah tidak akan tinggal diam.
Kata Hidayat, untuk membantu industri, pemerintah sedang menyusun aturan tata niaga kulit. Dalam skema itu, ekspor kulit baru bisa dilakukan setelah kebutuhan industri domestik terpenuhi.
Namun menurut Hidayat, aturan tersebut akan dikoordinasikan dulu dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Keuangan.

Produsen sepatu Specs bakal menambah 20 gerai baru

JAKARTA. Produsen sepatu olahraga nasional, PT Panatrade Caraka, berencana mendirikan 20 gerai sampai akhir tahun ini. Sampai Kuartal I-2011, produsen sepatu merek Specs ini sudah mendirikan 9 gerai yang berlokasi di Jabodotabek (5 gerai), Bandung (2 gerai) dan Surabaya (2 gerai).
Arif P. Wirawan, Presiden Direktur Panatrade Caraka, mengatakan, untuk mendirikan 20 gerai baru perusahaannya mengeluarkan dana Rp 2 miliar untuk satu unit gerai.
Agar menarik konsumen, gerai dikemas dengan desain interior bernuansa olahraga. Contohnya, gerai Specs di Kota Depok memiliki tema tentang stadion sepakbola terkenal. "Gerai di Depok mengadopsi tema Stadion SoccerCity di Afrika Selatan," kata Arif kepada KONTAN (29/4).
Lokasi gerai yang dipilih adalah kota besar yang memiliki pusat belanja seperti mal. Sebab, sepatu Specs membidik pasar kelas menengah. Saat ini, Pantrade sudah memiliki produk sepatu sepakbola, futsal, tenis, badminton, olahraga lari dan juga untuk taekwondo. Dari banyak jenis sepatu itu, Panatrade mencatat penjualan tertinggi untuk sepatu sepakbola dan futsal.
Pada kuartal I-2011 saja, penjualan sepatu sepakbola Specs mencapai 400.000 pasang. Penjualan terbanyak kedua adalah sepatu futsal yang mencapai 100.000 pasang. "Setahun rata-rata kami menjual sepatu hingga 2 juta pasang," kata Arif.
Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko menyambut positif ekspansi Panatrade itu. Menurutnya, produsen nasional harus agresif untuk mengembangkan distribusi agar bisa terkenal di dalam negeri. "Promosi harus lebih gencar agar produk lokal tidak kalah oleh produk China," kata Eddy.
Eddy mengatakan, dari segi harga dan kualitas, sepatu nasional kompetitif ketimbang sepatu bermerek terkenal seperti Adidas dan Nike. Tapi, Ia mengingatkan, pengusaha harus waspada pada sepatu impor. Sebab, sepatu impor dari China menyasar segmen menengah bawah dengan harga murah. "Kalau tidak waspada, produk domestik bisa hancur di negeri sendiri," tandasnya.

Melalui Anak Kecil Penyemir Sepatu, Hidayah Datang pada Idris Tawfiq

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Sebelumnya, Idris Tawfiq adalah seorang pastor gereja Katholik Roma di Inggris. Mulanya, ia memiliki pandangan negatif terhadap Islam. Baginya saat itu, Islam hanya identik dengan terorisme, potong tangan, diskriminatif terhadap perempuan, dan lain sebagainya.

Namun, pandangan itu mulai berubah, ketika ia melakukan kunjungan ke Mesir. Di negeri Piramida itu, Idris Tawfiq menyaksikan ketulusan dan kesederhanaan kaum Muslimin dalam melaksanakan ibadah dan serta keramahan sikap mereka.

Berikut pengakuan Idris tentang keputusannya memilih Islam:

Apa yang membuat Anda tertarik pada Islam?

Perkenalan saya dengan Islam datang dari seorang anak kecil di jalanan di Kairo, membersihkan sepatu dengan  sandal jepit di kakinya. Dia melihat kulit putih saya dan menyapa saya dengan assalamu alaikum. Selama 40 tahun di Inggris, saya pernah melihat Muslim; saya  melihat mereka di jalan-jalan, dan saya catat apa yang televisi katakan pada saya tentang Muslim yang akan memotong tangan saya atau memukuli para wanita; tapi anak kecil itu sungguh membuka jendela yang lain tentang Islam.

Setelah saya menjadi Muslim beberapa tahun kemudian, saya katakan pada audiens saya  di Manchester Metropolitan University tentang anak itu. Saya memberitahu mereka bahwa pada Hari Penghakiman ia akan mendapatkan kejutan dalam hidupnya.

Apa yang Anda tangkap tentang Islam setelah itu?


Dia sangat membekas di hati saya.  Apa yang saya sukai tentang Islam adalah kesederhanaannya. Sayangnya, umat Islam memperumit agama mereka, baik untuk diri mereka sendiri dan ketika menjelaskan kepada non-Muslim. Padahal, Islam dapat diringkas dalam dua pernyataan sederhana: satu, ada Allah, dan dua, bahwa Allah berbicara kepada ciptaan-Nya. Itu adalah Islam. Itulah pesan Islam yang ada sejak awal waktu.

Kesederhanaan Islam memastikan daya tarik universal.  Islam berbicara kepada hati semua orang, di mana-mana. Tapi sebagai Muslim, kadang kita berkonsentrasi pada hal-hal sepele, hal-hal yang tidak penting ketika dunia pada umumnya adalah haus akan Allah. Mereka tidak tahu bahwa mereka sedang haus untuk Allah, dan kekosongan dalam hidup mereka diisi oleh mabuk, kekerasan, premanisme, sepatu, belanja, dan segala hal.

(Dia melihat reaksi terhadap kematian Putri Diana sebagai indikasi kerinduan ini. "Ketika Putri Diana meninggal, orang menangis di jalanan. Aku bisa melihat sekarang bahwa orang-orang tidak berkabung atas kematian putri. Mereka berkabung atas kematian kebaikan, hilangnya keindahan dalam hidup kita, dan mereka menangis. Karena orang menginginkan kebaikan, mereka mencari kebaikan, dan untuk perdamaian kebahagiaan, dan dan keindahan)

Perenungan apa yang Anda dapat setelah pertemuan itu?


Ketika saya kembali ke Inggris, saya mulai mengenal Islam dan Muslim. Saya mulai mengajar di sebuah sekolah di mana ada banyak Muslim anak-anak, dan saya datang untuk melihat secara langsung bahwa mereka tidak seperti yang diberitakan media massa. Islam tiba-tiba merasuk dalam hidup saya. Di sekolah, ketika saya akan mengajar tentang Nabi Muhammad, saya menemukan air mata di mata saya atau benjolan di tenggorokan saya ketika saya berbicara tentang rukun Islam.

Dari sini kemudian Tawfiq mempelajari Alquran. Ia membaca ayat-ayat Alquran dari terjemahannya. Dan ketika membaca ayat 83 surah Al-Maidah, ia pun tertegun. ''Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Alquran).'' (Al-Maidah ayat 83).

Dari sini, Tawfiq mengaku makin intensif mempelajari Islam. Bahkan, ketika terjadi peristiwa 11 September 2001, dengan dibomnya dua menara kembar World Trade Center (WTC) di Amerika Serikat, dan ketika banyak orang menyematkan pelakunya kalangan Islam. Ia menjadi heran. Kendati masih memeluk Kristen Katholik, ia yakin, Islam tidak seperti itu.

Ia menjadi rajin berkunjung ke Masjid terbesar di London. Di sana berbicara dengan Yusuf Islam tentang Islam. Ia pun kemudian memberanikan diri bertanya pada Yusuf Islam. ''Apa yang kamu lakukan saat menjadi Muslim?''

Yusuf Islam menjawab. ''Seorang Muslim harus percaya pada satu Tuhan, shalat lima kali sehari, dan berpuasa selama bulan Ramadhan,'' ujar Yusuf.

Tawfiq berkata, ''Semua itu sudah pernah saya lakukan.'' Yusuf berkata, ''Lalu apa yang Anda tunggu?''
Saya katakan, ''Saya masih seorang pemeluk Kristiani.''

Pembicaraan terputus ketika akan dilaksanakan Shalat Zhuhur. Setelah shalat selesai dilaksanakan, Tawfiq segera mendatangi Yusuf Islam. Dan, ia menyatakan ingin masuk Islam di hadapan umum. Ia meminta Yusuf Islam mengajarkan cara mengucap dua kalimat syahadat. Beberapa menit setelah itu, ia resmi menjadi penganut Islam.


Di berbagai kesempatan, Anda selalu bicara tentang Islam sebagai agama yang toleran dan pentingnya toleransi. Mengapa?
Ini bukan tentang menyerah atau apapun. Kejujuran adalah penting. Saya telah bertemu dengan beberapa tokoh agama yang sangat penting dari seluruh dunia dan kadang-kadang Anda perlu untuk mengatakan kepada mereka sejak awal, "Meskipun saya sepenuhnya Muslim dan Saya menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah nabi-Nya, saya masih menghormati agama Anda."

Penghormatan terhadap agama lain dan kepercayaan mereka secara fundamental adalah penting. Orang akan mendengar Anda jika Anda menghormati mereka. Jika Anda keras kepada orang-orang, mereka menjadi defensif dan tidak ingin mendengar apa yang Anda katakan.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Emel

Ronaldo raih Sepatu Emas

Bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo, menerima tropi Sepatu Emas Eropa dalam sebuah seremoni di tanah kelahirannya, Madeira, Portugal, Sabtu 13/9.

Penghargaan yang diberikan di sebuah hotel tersebut, memenuhi keinginan pemain berusia 23 tahun itu untuk menerima penghargaan di tanah kelahirannya, guna dipersembahkan kepada ayahnya, Diniz Aveiro.

Pemain yang bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro ini, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa dengan 31 gol yang dicetaknya di Liga Premier musim lalu dan berhak atas tropi Sepatu Emas. Tetapi di awal musim ini Ronaldo harus absen, usai menjalani operasi engkel kanan, Juli silam.

Ronaldo unggul delapan poin dari rival terberatnya, untuk memperebutkan gelar top skorer di Eropa. Hasil perhitungannya sendiri telah diumumkan UEFA, 17 Juni lalu.

Striker/i> Spanyol, Daniel Guiza, berada di peringkat kedua dengan 27 golnya untuk Real Mallorca musim lalu. Sementara Klaas-Jan Huntelaar berada di posisi ketiga, setelah menjadi top skorer di Eredivisie dengan 33 gol.

Bintang Benfica, Eusebio, menjadi pemain Portugal pertama yang memenangkan Sepatu Emas di tahun 1968 dan 1973, diikuti oleh mantan striker FC Porto, Fernando Gomes di tahun 1983 dan 1985. (cha)

Tips Bersihkan Noda di Sepatu

SEPATU berbahan suede memang indah dikenakan. Tapi, bahan sepatu yang lembut dan halus itu juga gampang kotor dan berdebu. Adakah cara yang mudah untuk membersihkan tanpa merusaknya?

Tak perlu khawatir. Sebab, pakar sepatu sekaligus pemilik Shoe Rescue, Sandra Dale, memiliki sejumlah tips jitu untuk membersihkan sepatu kesayangan Anda, seperti dikutip situs mystyle.com.

Debu dan kotoran
Langkah pertama, segera tangani sepatu begitu terkena noda. Jangan mendiamkannya dan menyurukkannya ke bagian belakang lemari. Jika sepatu suede Anda kotor, buat larutan dari satu cangkir cuka putih dan satu gelas air. Lalu, gosok secara perlahan sampai noda itu hilang.

Tumpahan minyak
Jika sepatu secara tidak sengaja terkena tumpahan minyak, seperti saus salad atau oli misalnya, Anda membutuhkan sejumlah bahan dapur untuk membersihkannya. Untuk sepatu kulit, taburi tepung maizena di atas noda minyak tersebut, lalu gosok noda secara cepat. Ulangi beberapa kali sampai noda lenyap.

Untuk sepatu suede, gunakan sikat suede untuk membersihkan noda. Jika sepatu terbuat dari kanvas, masukkan saja ke mesin cuci untuk membersihkannya.

Lumpur
Meski terdengar paradoks, Dale menyarankan untuk menjemur sepatu di bawah sinar mentari hingga noda lumpur benar-benar kering. Setelah itu, cungkil sebanyak mungkin potongan lumpur yang mengeras itu dengan pisau tumpul.

Gunakan tisu bayi untuk membersihkan sisa lumpur dari sepatu kulit Anda. Sedangkan untuk sepatu suede, gunakan sikat suede andalan Anda guna membersihkannya. (Yul/OL-06)

Sami Hyypia Gantung Sepatu

LEVERKUSEN--MICOM: Klub Bundesliga Bayer Leverkusen mengatakan bek tengah veteran Finlandia Sami Hyypia telah memutuskan pensiun pada akhir musim ini dan akan melanjutkan kariernya sebagai pelatih.

Leverkusen, Selasa (3/5), mengatakan mantan bek Liverpool berusia 37 tahun itu akan bekerja demi mendapatkan sertifikat pelatihnya di Finlandia pada musim depan.

Hyypia juga akan berperan sebagai salah satu dari tiga asisten pelatih untuk arsitek timnas Finlandia Mika-Matti Paatelainen. Selain itu, Hyypia juga akan magang beberapa waktu di Liverpool sebagai bagian dari masa latihannya. Kemudian mulai Juli 2012, dia akan menjalani kontrak selama dua tahun sebagai asisten pelatih di Leverkusen.

Pemain belakang dengan tinggi badan 1,93 meter bergabung dengan Leverkusen pada 2009 setelah selama 10 tahun memperkuat Liverpool dimana dia mencetak 35 gol dari 463 penampilan.

Pada 2001, Hyypia mengantarkan Liverpool menjadi juara Piala UEFA, Piala FA, dan Piala Liga. Pemain bernama lengkap Sami Tuomas Hyypia itu tampil setiap menit untuk 57 laga kompetisi Eropa bersama the Reds antara November 2001 hingga Februari 2006 termasuk di babak final Liga Champions 2005 kala Liverpool mengalahkan AC Milan. (AP/OL-13)

Search in blog

Loading...