Tag

article (2) big size (1) Boots (19) brogue (4) Chuka (12) loafer (1) News (5) Shoes (12) Sneakers (10)

28 April 2011

Sepatu Christopher Michael Termahal di Dunia

JIKA Anda berpikir sepatu Christian Loubotin merupakan alas kaki termahal di dunia, Anda salah! Pasalnya, sepatu yang dirilis Christopher Michael Shellis merupakan sepatu paling mahal sejagad raya.

Betapa tidak, sepatu yang terbuat dari emas dan bertahtakan berlian rancangan desainer perhiasan ternama itu dibanderol 140.000 poundsterling atau setara dengan Rp1,97 miliar. Item ini dibuat sang desainer dengan alasan untuk menciptakan sebuah perhiasan unik dengan bentuk sepatu.

Sepatu Shellis menjadi alas kaki termahal yang pernah diproduksi. Sebab desainer perhiasan asal Inggris itu dikerjakan dengan suhu lebih dari 1.000 derajat Celsius. Masing-masing sepatu terbuat dari emas murni dengan tahta 2.200 berlian 30 karat. Demikian yang disitat dari Stylecaster, Senin (18/4/2011).

"Tujuan dari sepatu ini adalah untuk menciptakan sebuah perhiasan unik yang dapat Anda pakai di kaki. Jadi sedikit seperti jika Anda menemukan sepatu ini pada sebuah penggalian arkeologi dalam ribuan waktu bertahun-tahun mereka akan dianggap sebagai harta karun untuk kaki," kata Shellis dalam sebuah wawancara dengan Telegraph.

Sepatu yang disebut-sebut sudah memiliki beberapa peminat tersebut telah dipertontonkan pada pameran perhiasan “the Artbox in the Mailbox”. Pameran yang diadakan di Birmingham, Inggris, pada 16 April lalu.
(nsa)

Inilah Sepatu Emas Termahal di Dunia

Inilah Sepatu Emas Termahal di Dunia – Mimpi Cinderela mungkin tak sedahsyat gadis yang bisa mengenakan sepatu termahal di dunia, terbuat dari emas murni bertahtakan intan berlian. Harganya? Rp 1,97 milyar.
Alas kaki supermahal yang diciptakan oleh disainer perhiasan top Inggris, Christopher Michael Shellis, sebetulnya tak terlalu mengejutkan bila dibandingkan dengan bandrolnya.
“Sepatu yang diciptakan ini benar-benar mencengangkan. Kami telah berbicara dengan sejumlah orang-orang tertentu yang meminati, namun tak bisa saya jelaskan sekarang,” ujar Shellis.
Pembuatan sepatu dilakukan oleh sebuah tim ahli perhiasan emas. Dibuat dalam temperatur 1000 derajat celsius. Setiap pasang sepatu dibuat dari emas murni ditambah 2,200 intan berlian sebanyak 30 karat.
Lalu, siapa yang cocok mengenakan perhiasan kaki ini. Sebagian orang menyebut, sepatu emas itu pantas dikenakan oleh seorang ratu dari Saudi Arabia. Namun, bagi yang hanya ingin sekedar menikmati keelokannya, bisa melihat di pameran perhiasan Birmingham hingga 16 April.

Banyak Penderita Diabetes Salah Pakai Sepatu

24/04/2011 14:46 | Kesehatan
Liputan6.com, Lagos: Penderita diabetes disarankan menggunakan sepatu yang pas serta merawat kaki mereka untuk menghindari luka. Namun kebanyakan pasien diabetes tak menggubris saran tersebut. Padahal mengenakan sepatu merupakan hal yang penting bagi penderita diabetes.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Lagos, Nigeria menanyakan 41 pasien dengan diabetes tipe 2, yang rata-rata berusia sekitar 57 tahun. Mereka ditanya tentang kebiasaan mereka dalam menggunakan alas kaki dan perawatan kaki.

Kegagalan merawatan kaki dan menggunakan alas kaki yang tidak tepat dapat menyebabkan pasien mengalami ulkus kaki. Ulkus adalah borok yang menyakitkan dan berpotensi serius. Mereka kadang-kadang dapat menyebabkan amputasi.

Menurut Stephen Ogedengbe, MD, seorang peneliti di University of Benin Teaching Hospital di Benin City, Nigeria, sebagian besar pasien diabetes yang ditanyai untuk studi ini mengatakan mereka tahu perawatan kaki yang tepat dan benar. Serta mengenakan sepatu pas adalah hal yang penting. Namun mereka tidak selalu mengikutinya.

Ia memaparkan studi tersebut di American Association of Clinical pertemuan ahli endokrin 'di San Diego. "Tidak ada istilah sepatu cocok untuk orang dengan diabetes mellitus," katanya." Namun, ada sepatu yang dapat membantu mencegah atau menunda timbulnya ulkus kaki pada diabetes. Ada juga sepatu yang dapat menyebabkan atau membantu mempercepat perkembangan ulserasi kaki".

Para peneliti menemukan beberapa kabar baik:
  • 90% memiliki pendidikan tentang alas kaki
  • 83% mencuci dan mengeringkan kaki mereka, yang merupakan praktek harian yang direkomendasikan
  • 51% melakukan anjuran dengan rutin terhadap kaki mereka.
Namun, sekitar 56% mengatakan kepada peneliti mereka selalu atau kadang-kadang berjalan di sekitar rumah tanpa sepatu, yang tidak direkomendasikan. Hampir 15% melakukannya di luar juga. Selanjutnya, peneliti mengevaluasi sepatu peserta. Mereka menemukan 68% sepatu yang digunakan tidak sesuai.

Berikut tips dari Ogedengbe untuk menemukan sepatu yang tepat bagi penderita diabetes:
  • Hindari sepatu ujung kaki yang runcing
  • Jangan membeli sepatu dengan sole yang terlalu datar dan tunggal atau sepatu berhak tinggi karena mereka tidak memungkinkan untuk pemerataan tekanan kaki.
  • Carilah sepatu yang memiliki sol lembut.
  • Pilih yang berbahan kulit, kanvas, atau suede untuk memungkinkan sirkulasi udara yang memadai. Jangan membeli bahan plastik atau lainnya yang tidak mengizinkan sepatu untuk bernapas.
  • Carilah fitur di sepatu seperti tali, gesper, atau Velcro. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk menyesuaikan sepatu.
(WebMD/MEL)

Ambisi Malaysia Jadi Pusat Sepatu Dunia

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Kementerian Pariwisata Malaysia, untuk kedua kalinya, menggelar Festival Sepatu Internasional (The Malaysia International Shoe Festival/MISF) di Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur, 7-10 April 2011, dengan target memosisikan Malaysia sebagai pusat sepatu dunia.
Seusai membuka festival, Kamis (7/4/2011), Menteri Pariwisata Malaysia Dato' Sri Dr Ng Yen Yen menyebutkan sasaran dan target yang hendak dicapai lewat penyelenggaraan Festival Sepatu Internasional. Target utama adalah meningkatkan awareness masyarakat dunia terhadap industri sepatu lokal Malaysia yang saat ini mencapai seribu perajin.
Dengan tema "Walking in Unity-Sole of the Nation”, festival ini dijadikan alat untuk mengangkat kembali posisi dan reputasi Malaysia sebagai pemimpin pasar dan eksportir dalam industri sepatu.
Setelah industri sepatu Malaysia terangkat, masyarakat internasional diharapkan mengenal Malaysia sebagai pusat sepatu dunia. "Kalau bicara sepatu dunia, Malaysia tempatnya,” kata Dato’ Sri Dr Ng Yen Yen di acara jumpa pers setelah membuka festival.
Festival sepatu selama empat hari ini juga diadakan dalam rangka memeriahkan Grand Prix Formula 1 Sepang yang akan berlangsung hari Minggu besok dan diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke negara tersebut.
Ng Yen Yen mengungkapkan, di tahun pelaksanaan yang kedua, Festival Sepatu dibuat lebih besar, menghadirkan lebih dari 166 booth dari 50 merek sepatu lokal terkemuka, seperti Zang Toi, Larrie, Princess, Carlo Rino, Nose, Bill Keith, Paula Moda, Fiorucci, Vern’s, dan Dr. Cardin.
"Kalau tahun sebelumnya diadakan tiga hari, tahun ini festival digelar selama empat hari," jelasnya. Dengan penambahan ini, festival diharapkan dapat membukukan penjualan lebih besar dari tahun sebelumnya yang mencapai 5 juta ringgit Malaysia.
Asosiasi Manufaktur Sepatu Malaysia selaku panitia pelaksana menargetkan festival bertema "Walking in Unity-Sole of the Nation” ini dihadiri oleh lebih dari 80.000 pengunjung, termasuk dari para turis mancanegara. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari total pengunjung festival tahun lalu yang mencapai 45.000 orang.
 

Korban Cedera Sepatu Hak Tinggi Lebih Banyak Dibanding Sepakbola

Jakarta, Cedera kaki mulai dari kesleo hingga patah tulang adalah hal yang wajar pada pemakai sepatu hak tinggi alias high heel. Yang mengejutkan, cedera kaki pada pengguna high heel jumlahnya lebih banyak dibandingkan cedera saat berolahraga sepakbola.

Sebuah layanan penyedia jasa mobil ambulans di Australia, NSW Paramedics mencatat jumlah panggilan gawat darurat dari para pemakai high heel meningkat 3 kali lipat dalam beberapa tahun terakhir. Angkanya sudah melebihi jumlah kasus cedera dalam sepakbola.

Meski tidak menyebut angka pastinya, juru bicara NSW Paramedics Craig Pusser mengatakan jenis cedera pada para pengguna high heel tak kalah serius dibandingkan pemain sepakbola. Mulai dari cedera langsung pada tulang kaki, hingga cedera penyerta misalnya gegar otak karena terjatuh.

"Kecelakaan paling parah yang saya tangani adalah remaja perempuan 20-an tahun yang pergelangan kakinya terkilir hingga tulangnya benar-benar muncul di permukaan kulit," ungkap Pusser seperti dikutip dari NineMSN, Senin (18/4/2011).

Pusser menambahkan, kecelakaan-kecelakaan ekstrem pada pengguna high heel umumnya terjadi di akhir pekan saat acara pesta dan karnaval banyak digelar. Dalam acara semacam itu, biasanya orang memakai high heel yang tingginya ia sebut sudah tidak wajar.

Ketinggian hak pada high heel ada yang mencapai 17 cm, sementara rata-rata ketinggian high heel masa kini adalah 11 cm. Dibandingkan tahun 1970-an, rata-rata ketinggian high heel diperkirakan telah mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat.

Dengan sepatu setinggi itu, seseorang tidak akan mampu berdiri dengan stabil sehingga rentan mengalami cedera. Jenis cedera yang paling umum menurut catatan NSW Paramedis antara lain retak di pergelangan kaki, lutut bergeser serta gegar otak dan patah tulang lengan karena terjatuh.


(up/ir)

Eropa, Pasar Potensial Ekspor Sepatu RI

JAKARTA - Eropa adalah pasar yang sangat potensial bagi ekspor sepatu Indonesia.

"Bayangkan, secara statistik per tahunnya Eropa membutuhkan sekira 4,2 pasang alas kaki per orang, ini kesempatan yang sangat besar," ujar konsultan sepatu Internasional Peter Kern dalam acara Presentation for Global Shoes 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (28/04/2011).

Ia melanjutkan bahwa Indonesia harus bisa menaikkan jumlah ekspor sepatunya ke pasaran Eropa. Saat ini, menurutnya bisnis sepatu di Eropa sedang mengalami kelesuan bahan baku dan mahalnya tenaga kerja di sana.

Dia berharap bahwa Indonesia bisa meningkatkan ekspor sepatunya ke Eropa karena Asia memang menjadi pusat supply sepatu untuk Eropa. "Pasar Eropa yang terbesar saat ini masih dikuasai China, Thailand dan India, tapi Indonesia benar-benar berpeluang besar," lanjutnya lagi.

Sekedar informasi, ekspor sepatu Indonesia ditujukan untuk Amerika, Belgia, Jerman dan Inggris. Di tahun 2011 ini, Asia diperkirakan akan menyupai sepatu terbesar di dunia sebanyak 13 ribu juta pasang sementara Amerika hanya 1.095 juta pasang, Eropa 850 juta pasang dan negara-negara lainnya menyumbang 650 juta pasang.
(wdi)

Sepatu Lokal Kelas Murah Keok Lawan Buatan China

Jakarta - Produk sepatu Indonesia masih bersaing dengan produk sepatu asal China yang membanjiri Indonesia. Sayangnya yang bisa bersaing hanya produk sepatu kelas menengah dan atas.

"Sepatu kita yang problem cuma yang murah," kata Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat ketika ditemui di acara Pameran Sepatu, Kulit, dan Fashion Produksi Indonesia di JCC, Senayan Kamis (28/4/2011).

Segmen sepatu kelas murah ini umumnya berada direntang harga Rp 100.000-an per pasang atau bahkan ada yang di bawah Rp 100.000 per pasang. Di pasar, sepatu kelas ini diimpor termasuk paling banyak dari China.

Menurut  Hidayat, sudah seharusnya produk dalam negeri yang berkualitas bagus juga digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bahkan seharusnya hanya sedikit yang dijual ke luar negeri.

Ia meminta seharusnya kebutuhan sepatu dalam negeri diutamakan. Apabila ada sisa produksi maka diekspor ke luar negeri. "Itu tata niaga itu yang mau kita tertibkan," katanya.

Hidayat berjanji, akan menyiapkan fasilitas untuk mendapatkan sumber-sumber bahan baku bagi industri-industri yang membutuhkan di dalam negeri. Selain itu, akan mengundang investasi di bahan baku dan barang modal dengan fasilitas tax allowance dari pemerintah.

"Tapi sebisa mungkin produsen dalam negeri diuntungkan," ujarnya.

Saat ini, kata Hidayat, Indonesia terlalu mengabaikan investasi yang ada di industri barang modal dan bahan baku. Sehingga tiap kali industri kita investasinya meningkat, impornya juga meningkat.

Masalah terlalu berorientasi ekspor, juga dialami oleh industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Produk TPT Indonesia lebih banyak diekspor khususnya untuk jenis berkualitas baik, disisi lain perajin lokal kekurangan bahan baku.


(hen/hen)

2011, Ekspor Sepatu Ditargetkan USD3 Miliar

JAKARTA - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyambut baik pameran alas kaki yang akan digelar September nanti di Jerman karena dapat meningkatkan ekspor sepatu Indonesia.

"Industri sepatu menyumbang 8,2 persen GDP nasional tahun lalu, semoga target tahun ini yaitu USD3 miliar dari ekspor sepatu dapat tercapai," ujar Sekretaris Jenderal Aprisindo Binsar Marpaung  dalam pemaparan di acara presentation for Global Shoes 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (28/04/2011).

Dalam pemaparannya yang lebih lanjut ia memberi tiga alasan mengapa Indonesia masih berpotensi menjadi negara produsen sepatu terbesar di dunia.

"Saat ini kita menduduki peringkat ketiga setelah China dan Vietnam, untuk mengungguli China, kita masih berpeluang karena kita adalah pemain lama di bisnis ini, SDM kita pengalaman dan profesional serta dukungan pemerintah seperti infrastruktur dan transportasi ada semua" ujarnya lagi.

Ia juga memaparkan bahwa secara umum, industri sepatu kita dikelompokkan dalam tiga kelompok. Kelompok A adalah mereka yang  memproduksi branded shoes dengan kategori sport shoes. Sport shoes inilah yang paling sering diekspor (sekira 70 persen).

Industri sepatu tipe B adalah industri sepatu yang mempekerjakan sekira dua ribu karyawan dengan order tidak sebanyak type A. Sepatu yang dihasilkannya adalah jenis sepatu kulit. Sementara jenis industri sepatu yang terakhir atau tipe C adalah yang terbanyak. Industri inilah yang sering disebut memproduksi sepatu lokal dan berkontribusi terhadap ekspor sepatu berjenis casual sport sekira 30 persen.

Sekedar informasi, industri sepatu adalah termasuk industri padat karya yang menyerap sekira 455 ribu tenaga kerja. Kapasitas produksi di tahun 2010 mencapai 1,2 miliar pasang dengan nilai investasi Rp4,3 triliun atau meningkat sekira 40 persen selama tiga tahun terakhir.
(wdi)

Satu Pintu, Segudang Sepatu

KOMPAS.com - Toko sepatu multimerek, Rococo meresmikan kembali gerainya yang berpindah lokasi, namun masih di wilayah Plaza Senayan, Jakarta. Menempati lokasi yang lebih luas, Rococo merayakannya dengan gaya.
"Tujuan membuka gerai baru yang lebih luas di Plaza Senayan adalah untuk memenuhi permintaan pasar yang kian meningkat. Lebih luas, artinya kami bisa menambah lebih banyak variasi ke dalam koleksi kami. Karena kami yakin, saat ini Indonesia memiliki selera fashion yang hebat," ungkap Ditya Nabiel, Public Relations Rococo Group saat ditemui usai acara peresmian pembukaan gerai terbaru Rococo Plaza Senayan, Jakarta, Kamis, 28 April 2011.
Merayakan resmi pembukaan gerainya hari ini, Rococo menyelenggarakan fashion show di depan butiknya yang terletak di Ground Floor unit 109-115C, Plaza Senayan, Jakarta, sekaligus memamerkan sepatu-sepatu koleksi Spring/Summer dari beberapa merek yang ada di dalam Rococo di hadapan undangan dan media.
Rococo memiliki beragam merek sepatu yang didatangkan dari Amerika Serikat dan Eropa, antara lain; Manolo Blahnik, Giuseppe Zanotti, Stuart Weitzman, Michael Kors, Badgley Mischka, L.A.M.B, Charles David, Jeffrey Campbell, Judith Leiber, House of Harlow, dan lain sebagainya.
"Tempat kami menawarkan koleksi aksesori mulai dari sepatu, sandal, clutch, topi, dompet, koper, dan beberapa aksesori. Buat saya, tempat ini tepat untuk o'rang yang mencari barang yang trendi, nyaman, berkualitas tinggi, dengan harga yang reasonable. Umumnya, kalau ke sebuah butik kita hanya akan melihat koleksi satu merek saja, pilihan dengan genre itu, dan dengan harga yang begitu. Kalau di Rococo, pelanggan akan melihat banyak pilihan," jelas Ditya.
Miranda Waliry, Merchandising Director Rococo mengatakan, "Rococo untuk semua orang, kami menawarkan sepatu yang fashion forward hingga sepatu yang klasik. Merek-mereknya berasal dari Amerika dan Eropa dari bahan-bahan kulit, juga kulit eksotis."
Jadi, Anda tak perlu repot-repot membeli sepatu yang sering dikenakan para artis Hollywood itu di luar negeri. Tilik dulu butik Rococo siapa tahu ada sepatu menarik dari perancang kenamaan yang tepat dengan selera Anda, tetapi, siapkan dana minimal Rp 900 ribu dulu sebelumnya, ya.

Sepatu Indonesia Berpotensi Menuju Pasar Dunia

TEMPO Interaktif, Jakarta -Pameran sepatu bertaraf internasional kembali digelar di Dusseldorf, Jerman pada September mendatang. Peluang serta kesempatan sepatu-sepatu kulit Indonesia untuk ikut andil dan memperkenalkan ke pasar Eropa dan dunia, bahkan mengikuti pameran bertaraf internasional tersebut.

Rencananya Pameran Global Shoes ini akan digelar 7-9 September mendatang. Pameran ini menjadi ajang komunikasi yang berpengaruh untuk memamerkan produk-produk sepatu terbaru. Diharapkan 450 perusahaan dunia bakal hadir di pameran internasional ini.
“Pameran ini menjadi peluang bagi industri sepatu Indonesia untuk mengenalkan dan memasarkan produknya,” ujar Marcus Muilers, Senior Project Manager Global Shoes di JCC yang ditemui Kamis (28/4).

Muilers mengatakan ajang pameran ini diselenggarakan tiap dua tahun sekali. Biasanya para produsen sepatu baik sepatu laki-laki, perempuan,dewasa, anak-anak, lifestyle maupun olahraga akan memamerkan produk terbaru dan menjadi tren ke depan. Pameran ini juga mengkolaborasikan produsen sepatu dengan industri pendukungnya, seperti bahan baku pembuat sepatu, mesin pembuat sepatu dan lainnya. “Di tempat ini, tempatnya untuk menandatangani kontrak antar pebisnis,” ujarnya.

Indonesia kini menjadi salah satu pemain sepatu yang diperhitungkan di dunia selain Cina dan India. Muilers juga mengatakan tahun lalu, perusahaan sepatu Indonesia mengekspor lebih dari 585 juta pasaang sepatu. Sedangkan khusus ke Jerman saja mencapai 18 juta pasang. Diperkirakan ekspor sepatu Indonesia bakal meningkat meski harus melakukan peningkatan di beberapa item. “Indonesia harus meningkatkan keunggulan yang dimiliki dan memperbaiki kekurangannya,” ujar Peter Kern, konsultan sepatu internasional.

Menurut Kern, sepatu Indonesia sebenarnya tak kalah dengan yang lain. Hanya saja para pengusaha perlu meningkatkan kualitas untuk pasar yang lebih kompetitif.

Para pengusaha sepatu juga hars meningkatan produktivitas dan efisiensinya. Selain itu masalah koleksi dan penyajian juga harus diperbaiki lebih banyak lagi.

Sementara itu Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia bidang UKM Yongki Komaladi mengatakan pengusaha sepatu Indonesia harus mau mengubah pola pikir. Menurutnya Indonesia mempunyai banyak hal untuk dielaborasi. “Ada batik, ada manik-manik, atau motif Papua, Kalimantan. Jika di kain atau baju bisa, mengapa tidak kita coba di sepatu,” ujar Yongki.

Yongki pun juga menyarankan agar pengusaha sepatu berani membuat brand sendiri dengan lebih berkualitas. Dia pun juga mengatakan dari segi desain, pengusaha Indonesia juga cukup diakui. Dalam ajang pameran di Guanzou lalu, Indonesia mendapat 2 juara untuk desain.DIAN YULIASTUTI

04 April 2011

Trik Mengenakan "Lace Dress"

KOMPAS.com - Tekstur lace kembali menjadi hot item pada musim ini. Seperti tekstur polos yang lain, lace pun gampang dipadu-padan. Bagaimana cara menaklukan tekstur yang identik dengan kesan romantis ini?

* Tekstur lace sudah “berbicara” dengan sendirinya, karena itu jangan memilih desain busana yang berlebihan. Pilih siluet yang minimalis, Anda pun akan tampil cantik!

* Lace tidak membutuhkan banyak aksesori. Menambah busana lace dengan aksesori kerlap-kerlip berlebihan hanya akan merusak penampilan. Pilih gelang atau kalung bermodel lembut atau simpel.

* Padankan lace dengan sepatu dan tas yang tepat. Apabila Anda ingin tampil ladylike, cukup sambar clutch dan sepatu stiletto yang berwarna netral. Anda bisa menciptakan gaya yang lebih edgy dengan mencampur lace dengan denim, tweed, atau aksesori kulit (belt dan tas kulit).

* Lace identik dengan kesan romantis, karena itu Anda tidak perlu menambahkan terlalu banyak detail romantis lainnya seperti sepatu berpita atau tas berenda. Anda akan terlihat seperti pemeran telenovela Little Missy.

* Beberapa lace  muncul dengan tampilan transparan, karena itu pastikan Anda mengenakan dalaman yang sesuai agar tidak terlihat terlalu vulgar. Warna dalaman bisa senada ataupun kontras. Anda bisa menunjukkan sedikit bayangan kulit, namun jangan berlebihan. Sepotong lace top  transparan bisa Anda padukan dengan rok pensil dan high heels, atau denim dan ankle boots, tergantung kesan yang ingin Anda tampilkan!

* Anda bisa mencoba lace legging, namun pastikan busana Anda tidak terlalu meriah. Paduan little black dress dengan lace legging adalah ide yang bagus. Untuk kesan santai, Anda juga bisa memadukan legging  ini dengan atasan longgar yang terbuat dari kaus, atau sweater  longgar berkualitas baik. Use your creativity!

Nakata Ikut Jual Sepatu, Terkumpul 26.63 Juta Dolar AS

TRIBUNNEWS.COM, TAIPEI -- Legiun selebriti Taiwan, penyanyi dan politisi termasuk pemain sepak bola Jepang Hidetoshi Nakata,menghadiri pengumpulan dana di televisi nasional, Jumat (18/3/2011) malam. Hasil pengumpulan dana akan disumbangkan untuk membantu orang-orang terkena bencana di Jepang. Dalam acara tersebut, berhasil dikumpulkan dana lebih dari NT$ 788 juta (US$ 26.63 juta) hingga larut malam.
Demikian data terakhir yang didapatkan dari penyelenggara, dilansir oleh Focus Taiwan News Channel.

Salah satu jumlah sumbangan terbesar berasal dari pengusaha anonim, yang berjanji NT $ 50 juta untuk keluarga para pekerja Jepang yang telah mencoba mencegah krisis reactor nuklira di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi.

Sebelumnya dalam telethon, Presiden Ma Ying-jeou juga turtu berkontribusi sebesar NT $ 200.000.

Beberapa perusahaan terkenal Taiwan juga memberikan bantuan. Hon Hai Group menyumbang NT $ 200 juta, Chimei Innolux Corp US $ 2 juta, Formosa Plastics Corp NT $ 50 juta, Fubon Keuangan Holding Co NT $ 36 juta dan Yulon Grup NT $ 20 juta. Sedangkan korban gempa 921 Taiwan Tahun 1999 menyumbangkan NT $ 110.000.

Jody Chiang, diva musik Taiwan menyanyikan "Hometown pada Senja," sebuah lagu Taiwan ditulis oleh seorang musisi Jepang, untuk membuka "Fight dan Smile" telethon, yang disiarkan langsung melalui 20 televisi lokal dan saluran radio.

"Saya punya hubungan yang sangat khusus dengan rakyat Jepang," katanya, "Aku telah merilis catatan di Jepang sebelumnya, dan saya sangat prihatin pada masyarakat Jepang," kata penyanyi 49 tahun.

Model, aktris dan penyanyi Vivian Hsu, yang karirnya berkembang di Jepang, membacakan pengalaman dramatis teman Jepang itu, mengatakan banyak orang di Jepang sangat sulit untuk percaya apa yang sebenarnya terjadi.

"Hal-hal akan berubah menjadi lebih baik di Jepang jika setiap salah satu dari kami pitch untuk membantu," katanya.

Dalam acara ini juga satu maha karya seni disumbangkan oleh pematung terkenal Ju Ming Taiwan, yang dijual di NT $ 26 juta. Selain itu, Yahoo! Taiwan juga meluncurkan acara penggalangan dana Internet dengan nama yang sama tengah malam "Fight dan Smile.", Lebih dari NT $ 16.000.000 telah terkumpulkan. Sementara itu, pada hari Kamis lalu, sebuah telethon sama juga telah berhasil mengumpulkan banyuan dana lebih dari NT $ 114.000.000.

Menyaksikan cinta dan dukungan luar biasa dari semua elemen masyarakat di Taiwan, pemain sepak bola Jepang Hidetoshi Nakata, dalam acara telethon dan juga tergugah untuk menawarkan sepatunya untuk dijual dalam tajub amal kali ini.

“Saya sangat terharu melihat bantuan yang begitu banyak dari Taiwan untuk Jepang, saya akan membawa kembali cinta untuk bangsa ku tercinta,” ujarnya.

Inovasi, Kunci Bersaing dengan China

SURABAYA – Rontoknya industri manufaktur, terutama industri sepatu, dengan alasan kalah bersaing dengan serbuan sepatu impor dari China yang harganya jauh lebih murah, tidaklah 100 % benar. Bisa jadi, lesunya industri ini dikarenakan pengusahanya kurang inovasi.
Hal ini diungkapkan Chief Operating Officer (COO) PT Berca Retail Group, Hartono Wijaya, saat ditemui di sela-sela acara League Tradeshow Fall/Winter 2011 di Hotel Majapahit Surabaya, Kamis (31/3).
Menurut dia, untuk bersaing dengan produk impor dari China, Taiwan, Korea dan lainnya, pengusaha tidak bisa dengan persaingan harga. Yang seharusnya dilakukan pengusaha, lanjut Hartono, adalah menciptakan inovasi terhadap produk sepatunya, baik dari segi kenyamanan, desain, dan teknologi lainnya yang tidak dimiliki sepatu dari China.
“Kalau saat ini kita bersaing dengan harga, sampai kapan pun kita kalah, karena produk China lebih murah. Apalagi pengusaha sepatu lokal hanya fokus pada desain yang bagus untuk menarik konsumen. Kalau cara itu yang kita pakai, China, Taiwan dan negara lainnya juga bisa membuat sepatu dengan desain yang sama, bahkan lebih bagus dan harganya lebih murah. Makanya produk sepatu lokal kurang laku,” ujarnya.
“Belum lagi persaingan dengan produk sepatu kualitas internasional yang saat produknya sudah menyebar ke seluruh kota di Indonesia, mulai dari Nike, Adidas, Reebok dan banyak lagi. Adahal 30 % produk sepatu internasional tersebut diproduksi di dalam negeri, seperti di Jombang, Tangerang, bahkan ada yang diproduksi di Sidoarjo. Harganya bisa lebih murah, dan parahnya penduduk Indonesia terlihat lebih bangga menggunakan sepatu internasional daripada buatan merek asli Indonesia,” katanya.
Jadi, sambung Hartono, kinilah saatnya bagi pengusaha sepatu lokal untuk mengubah pola pikir, buatlah produk sepatunya dengan desain dan inovasi. Diakui Hartono, untuk menemukan inovasi dan teknologi baru yang ada pada sepatu buatan sendiri memang membutuhkan riset dan penelitian yang membutuhkan modal yang tidak sedikit.
“Butuh modal yang besar untuk melakukan riset, namun setelah produk sepatunya memiliki teknologi, desain dan inovasi yang belum dimiliki merek lain, hal tersebut bisa membuat produk sepatu lokal dapat bersaing dengan produk dunia sekelas kualitas internasional,” terang Hartono.
Artinya, kata Hartono, setelah memiliki inovasi dan teknologi sendiri, pengusaha sepatu secara market bukan mengandalkan sepatunya, tetapi mengandalkan brand sepatunya.
“Salah satu contohnya, kita ingat dulu sekitar Maret 2010, salah satu brand sandal luar negeri melakukan diskon 50% untuk pembelian sepasang sandal, di salah satu mal di Jakarta, itu masyarakat yang mau beli harus antre berjejer sampai empat lantai. Kenapa bisa terjadi, karena yang mereka jual dan masyarakat beli sebenarnya bukan sandalnya, tetapi merek atau brandnya,” katanya.
“Ibarat kopi, rasa kopi pada dasarnya sama pahit, tapi harganya berbeda jika beli di pinggir jalan atau warung kopi dengan membeli kopi di cafe, orang yang minum di cafe bukan karena kopinya tetapi brand cafenya,” tambahnya. m15

Flower Vase Shoes Scherer Gonzalez

(c) millionlooks
Indahnya bunga ketika tertata cantik di vas transparan. Apalagi jika bunga-bunga ini bisa ikut melenggok mempercantik penampilan kita! KapanLagi.com - Bunga selalu menjadi ikon keindahan. Kelopaknya yang merekah indah, warna-warna bunga dan kelembutannya yang tidak bisa digantikan oleh apa pun, ditambah aromanya yang wangi lembut, bunga memang layak untuk mempercantik setiap tampilan.

Kecantikan bunga semakin terpancar ketika Anda menempatkan bunga-bunga ini di vas transparan sehingga pesona warna dan perpaduannya dengan hijau daun semakin nyata dan terlihat segar. Omong-omong, pernah kah terlintas dalam pikiran Anda untuk membawa kesegaran bunga-bunga potong ini dalam style fashion Anda?

xxxxxxx
(c) millionlooks

Constance Gonzalez dan Paul Scherer, duo desainer dari Berlin pemilik label Scherer Gonzalez ini menangkap keindahan bunga-bunga segar ini dan mewujudkannya di panggung fashion week. Dalam koleksi Spring/Summer Scherer Gonzalez untuk tahun 2009 lalu, platform shoes tembus pandang berisi petal-petal bunga ini diperagakan di Mercedes-Benz Fashion Week.

Strap platform shoes ini menggunakan plastik tembus pandang yang nampak sangat menyatu dengan kaki para model, sementara bagian solnya juga transparan dengan rongga di bagian depan untuk diisi kelopak-kelopak bunga segar. Tidak hanya itu, letak pesona yang sesungguhnya adalah pada rangkaian beragam bunga segar mulai dari mawar, lili, hingga anggrek bulan lengkap dengan bunga baby breath yang melekat cantik di sisi kanan dan kiri sepatu. Aneka warna dari violet lily dan anggrek bulan warna senada hingga white lily semuanya dirangkai sesuai dengan kontur kaki penggunanya.

Rahasia sepatu ini terletak pada kawat-kawat berwarna hijau yang mengikat kuat rangkaian bunga dan menghubungkannya dengan strap plastik di bagian pergelangan kaki. Wah, bisa ditiru nih! Namun untuk mengikatnya Anda butuh teknik khusus dan tanpa platform shoes milik Scherer Gonzalez, Anda tidak bisa mengisi sol sepatu dengan kelopak-kelopak bunga segar. Berniat untuk mengadakan garden party? Boleh nih, ide pernik ini dijadikan inspirasi! (wo/miw)

Mengapa Banyak Wanita Terobsesi Sepatu

Sebanyak 33 persen dari responden habiskan lebih dari US$100 untuk sepasang sepatu.

VIVAnews - Tepat rasanya, jika wanita dijuluki sebagai penggila sepatu. Hal ini terbukti dari hasil jajak pendapat pada lebih dari 1000 wanita di Amerika, yang  digelar ShopSmart, sebuah majalah khusus belanja.

Hasilnya, wanita Amerika rata-rata memiliki 17 pasang sepatu dan menghabiskan sekitar US$49 atau setara dengan Rp420 ribu per pasang. Seperti dikutip dari laman Shine, jajak pendapat ini juga mengungkap, 13 persen wanita memiliki lebih dari 30 pasang alas kaki.

Berikut hasil jajak pendapatnya:

- Wanita membeli sekitar tiga pasang sepatu setiap tahun
   
- 39 persen wanita lebih memilih sepatu tumit datar daripada high heels.

- 33 persen menghabiskan lebih dari US$100 atau setara Rp870 ribu untuk sepasang sepatu.

- Hanya 25 persen wanita yang memakai sepatu 4 inchi atau lebih tinggi.

- 46 persen mempertahankan menggunakan sepatu favorit, meski sudah usang demi alasan kenyamanan, sementara 60 persen menahan rasa sakit untuk memamerkan sepatu terbaiknya.

- 61 persen memadupadankan model dan warna sepatu dengan warna tas.

- 48 persen pernah alami cedera, karena sepatu tak nyaman.

- 19 persen wanita membeli sepatu hanya untuk menghibur diri.

- 29 persen berbelanja sepatu secara online.

- 14 persen menyembunyikan setidaknya satu sepatu hadiah dari pasangan mereka dengan alasan tidak menyukai modelnya.

- 51 persen ingin wanita lainnya merasa iri melihat sepatu yang dikenakannya

- 28 persen merasa membeli sepatu sama seperti pakaian

Begitu banyak alasan wanita begitu tergila-gila  pada sepatu, dan Lisa Lee Freeman, editor kepala ShopSmart, menjelaskan alasannya. "Sepatu bisa membuat bokong Anda terlihat besar, dan sepatu langsung dapat membuat Anda merasa seksi."
Bagimana dengan Anda, berapa pasang sepatu yang Anda miliki?
• VIVAnews

Nike dan Adidas Ekspansi ke RI USD130 Juta

Ilustrasi Pembeli Sepatu. Foto: Astra Bonardo/Koran SI
Ilustrasi Pembeli Sepatu. Foto: Astra Bonardo/Koran SI


JAKARTA - Dua produsen sepatu dunia Nike dan Adidas melakukan ekspansi di Indonesia pada 2010. Nilai investasinya diperkirakan mencapai USD130 juta.

"Penambahan kapasitas produksi pada tujuh pabrik sepatu Nike dan tiga pabrik sepatu Adidas. Mereka tidak akan menambah pabrik baru, tapi pabrik yang sudah ada kapasitasnya dibesarkan," kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, di Jakarta, Senin (8/3/2010).

Penambahan produksi sepatu Indonesia, lanjut Eddy, dikarenakan semakin tingginya permintaan dari Nike Incorporation dan Adidas Group. Menurut Eddy, Nike dan Adidas menargetkan akan adanya kenaikan produksi sebanyak 10 persen pada 2010. Sehingga, melalui dua merek ini, peningkatan produksi sepatu dalam negeri sudah mencapai 20 persen.

Eddy menjelaskan, sebelumnya, tujuh pabrik Nike telah memproduksi sebanyak tiga juta pasang sepatu per bulan atau sekira 36 juta pasang per tahun. Dengan adanya target kenaikan produksi tersebut, maka akan mencapai hampir 40 juta pasang per tahun.

Lima pabrik Nike di antaranya adalah, PT Nikomas Gemilang, PT Adis Dimension Footwear, PT KMK Global Sport, PT Nagasakti Parama Shoes, dan PT Pratama Abadi.

Sedangkan dari tiga pabrik Adidas telah memproduksi sebanyak satu juta pasang sepatu per bulan atau 12 juta pasang per tahun. Dengan target kenaikan 10 persen, maka produksi tahun ini akan mencapai 13,2 juta pasang sepatu. Asumsi harga untuk satu pasang sepatu olahraga tersebut berkisar USD25.

Sebelumnya, Government and Public Affair Nike Dian Widyanarti justru menampik hal tersebut. "Saya belum bisa memastikan kapan Nike akan melakukan ekspansi di Indonesia," kata Dian.(Sandra Karina/Koran SI/ade)

2007, Ekspor Sepatu USD1,8 M Optimistis Tercapai

Sepatu Futsal & Kulit Mejeng di Plaza Deperin

JAKARTA - Ratusan sepatu futsal mejeng di plaza Departemen Perindustrian. Sepatu olah raga yang tengah digandrungi itu dijual murah meriah.

Sepatu-sepatu tersebut memang sengaja dipamerkan di Plaza Deperin, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Pusat (15/4/2008 ).

Berbagai merek terbaru dan berbagai model dari 50 perusahaan sepatu memerkan produk unggulan mereka. Tidak hanya sepatu futsal, sepatu sport jenis lainnya dan sepatu kulit juga tidak mau kalah ambil bagian. Sepatu-sepatu ini akan dipanjang hingga Jumat (18/4/2008) depan.

Namun, sepatu sport untuk futsal produksi dalam negeri paling banyak dijual, termasuk semua aksesorisnya seperti bola, baju, celana, dan kaos kaki. Sepatu futsal dengan beragam jenis dan warna cukup diminati pengunjung. "Karena harganya miring ketimbang beli di mall dan ada diskon," kata salah satu pengujung.

Direktur Aneka Deperin Budi Hirmawan mengatakan, pemerintah mendukung pabrik sepatu nasional yang mengembangkan merk sendiri. "Merk sepatu nasional harus mendapat dukungan agar bisa bersaing dengan merk luar,"ujarnya.

Sementara itu perkembangan industri alas kaki dan peralatan olah raga termasuk cukup baik. Pada 2007 ekspor produk alas kaki mencapai USD1,6 miliar sedangkan peralatan olah raga USD50,7 juta.

Total investasi untuk industri alas kaki dan peralatan olah raga mencapai Rp3,5 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 421 ribu orang.(Gaib Maruto Sigit /Trijaya/rhs)

Investor Taiwan Bangun Pabrik Sepatu Senilai USD40 Juta

JAKARTA - Investor asal Taiwan melalui PT Nicomas Gemilang Sakti (PT Pou Chen Indonesia) berencana membangun pabrik sepatu di Sukabumi, Jawa Barat, berkapasitas 800.000 pasang per bulan dengan nilai investasi USD40 juta. Pabrik baru tersebut berencana mulai berproduksi pertengahan 2009 dengan menyerap sebanyak 8.000 tenaga kerja.

Pabrik Nicomas Gemilang itu akan diarahkan menjadi salah satu pemasok sepatu untuk Adidas menyusul pemutusan kontrak prinsipal sepatu Jerman itu terhadap PT Prima Inreksa Industries. Dengan demikian, Adidas tidak akan menurunkan kontrak order sepatu dari Indonesia.

Ketua bidang Sepatu Olah Raga Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Hendrik Sasmito menjelaskan, hasil perundingan Adidas dan Prima Inreksa menyebutkan bahwa prinsipal sepatu Jerman itu memberikan waktu enam bulan guna menyelesaikan permasalahan internal yang terjadi di perusahaan lokal tersebut. Pada saat yang sama, order Adidas ke Prima Inreksa yang mencapai 600.000 pasang per bulan akan dialihkan ke lima perusahaan pemasok lainnya di Indonesia.

"Nah, pada pertengahan 2009 saat pabrik Nicomas Gemilang rampung dibangun, order Adidas juga mengalir ke pabrik baru itu," ujarnya di Jakarta, Minggu (22/6/2008).

Menurut dia, sebelum membangun pabrik baru di Sukabumi, Nicomas Gemilang yang tergabung dalam Yue Yuan Group (Grup perusahaan sepatu asal Taiwan di Indonesia) memiliki pabrik di Cikande, Banten, dengan kapasitas 3 juta pasang per bulan. Dari jumlah itu, sekira 1,4 juta pasang disuplai untuk merek Adidas. (Agung Kurniawan/Sindo/mbs)

Investor Taiwan Bangun Pabrik Sepatu Senilai USD40 Juta

JAKARTA - Investor asal Taiwan melalui PT Nicomas Gemilang Sakti (PT Pou Chen Indonesia) berencana membangun pabrik sepatu di Sukabumi, Jawa Barat, berkapasitas 800.000 pasang per bulan dengan nilai investasi USD40 juta. Pabrik baru tersebut berencana mulai berproduksi pertengahan 2009 dengan menyerap sebanyak 8.000 tenaga kerja.

Pabrik Nicomas Gemilang itu akan diarahkan menjadi salah satu pemasok sepatu untuk Adidas menyusul pemutusan kontrak prinsipal sepatu Jerman itu terhadap PT Prima Inreksa Industries. Dengan demikian, Adidas tidak akan menurunkan kontrak order sepatu dari Indonesia.

Ketua bidang Sepatu Olah Raga Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Hendrik Sasmito menjelaskan, hasil perundingan Adidas dan Prima Inreksa menyebutkan bahwa prinsipal sepatu Jerman itu memberikan waktu enam bulan guna menyelesaikan permasalahan internal yang terjadi di perusahaan lokal tersebut. Pada saat yang sama, order Adidas ke Prima Inreksa yang mencapai 600.000 pasang per bulan akan dialihkan ke lima perusahaan pemasok lainnya di Indonesia.

"Nah, pada pertengahan 2009 saat pabrik Nicomas Gemilang rampung dibangun, order Adidas juga mengalir ke pabrik baru itu," ujarnya di Jakarta, Minggu (22/6/2008).

Menurut dia, sebelum membangun pabrik baru di Sukabumi, Nicomas Gemilang yang tergabung dalam Yue Yuan Group (Grup perusahaan sepatu asal Taiwan di Indonesia) memiliki pabrik di Cikande, Banten, dengan kapasitas 3 juta pasang per bulan. Dari jumlah itu, sekira 1,4 juta pasang disuplai untuk merek Adidas. (Agung Kurniawan/Sindo/mbs)

5 Perusahaan Sepatu Taiwan Relokasi ke RI

JAKARTA - Mungkin sekarang musim keberuntungan bagi perusahaan sepatu nasional dan bencana bagi China. Pasalnya, sejumlah perusahaan sepatu Taiwan dan Korea berniat hengkang dari China dan pindah ke Indonesia.

Hengkangnya perusahaan sepatu dari China disebabkan kondisi ekonomi China yang melemah. Ini ditandai oleh nilai mata uang China, yuan, sedang tinggi sekarang. Bedanya sampai 11 persen daripada dua tahun lalu.

Selain itu, banyak pabrik di China yang kekurangan karyawan. Penyebabnya, tenaga kerja dari pedesaan tidak mau lagi bekerja di kota. Kenapa? Jawabannya karena kehidupan di desa telah menjamin pendapatan yang sama dengan di kota.

"Akibatnya, daya saing industri persepatuan China melemah. Harga produk mereka kini menjadi lebih mahal sehingga banyak order dari negara Eropa yang lari dari China. Ini membuat sejumlah pabrik sepatu Taiwan dan Korea tengah bersiap relokasi ke Indonesia," ungkap Ketua Umum Aprisindo (Asosiasi Persepatuan Indonesia) Eddy Widjanarko melalui telepon genggamnya pada Rabu (20/8/2008).

Setidaknya, menurut Eddy, ada pernyataan minat dari 22 investor Taiwan yang mau merelokasi pabriknya ke Indonesia. Tapi karena ada rencana pemadaman listrik bergilir, mereka menunda dulu realisasi relokasi tersebut. Setidaknya, mereka akan menunggu sampai pertengahan 2009 saat sejumlah PLTU PLN telah siap beraksi.

Namun, sampai akhir tahun ini, Eddy menargetkan sedikitnya ada lima perusahaan Taiwan yang masuk ke Indonesia. Sedikitnya dana USD120 juta mengalir dari kelimanya. Tenaga kerja yang terserap diperkirakan minimal 10 ribu orang.

Tidak heran, kalau Aprisindo kini semakin berani untuk menghadapi persaingan dengan China. "Beda dengan 5 tahun lalu yang kita babak belur oleh China. Sekarang kita tidak takut lagi dengan China," tandas Eddy.

Tentang kinerja industri persepatuan, Eddy menyampaikan ekspor selama Januari-Juni 2008 mengalami peningkatan 17 persen dari waktu yang sama pada tahun lalu. Sayang, dia tidak hafal nilai dan volumenya. Begitu juga angka tenaga kerja. Tahun lalu, karyawan yang bekerja di pabrik sepatu sekira 250 ribu orang. Kini, karyawan keseluruhannya mencapai 350 ribu orang. (Whisnu Arto Subari/Trust/mbs)

Nike & Adidas Tambah Kapasitas Produksi di Indonesia

JAKARTA - Direktur Industri Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Irmawan menyatakan, pihak Nike akan menambah kapasitas produksi sebanyak 200 ribu pasang per bulan dan Adidas sebanyak 100 ribu pasang per bulan untuk produksi sepatunya.

"Total 300 ribu pasang per bulan itu adalah pengalihan order dari China ke Indonesia," kata Budi, di Jakarta, Senin (8/3/2010).

Pengalihan order tersebut, lanjut Budi, dipicu oleh semakin mahalnya biaya tenaga kerja di China. Selain itu, China mewajibkan industri alas kaki menyediakan mes bagi tenaga kerja. Sedangkan kewajiban serupa, ujarnya, tidak ada di Indonesia.

"Jadi, selama di Indonesia tidak ada gonjang-ganjing politik atau aksi demo berlebihan dan dispute yang terjadi wajar-wajar saja, prinsipal serta investor asing pasti tetap melirik Indonesia," tutur dia.

Di sisi lain, menurut Budi, pemerintah sudah berkomitmen untuk mendukung upaya penurunan suku bunga kredit untuk manufaktur. "Tapi, pemerintah belum mampu menjadi ketersediaan infrastruktur energi, seperti listrik dan gas," tukas Budi.

Sekjen Aprisindo Binsar Marpaung menyatakan selama ini, 70 persen dari total eskpor sepatu Indonesia merupakan pesanan dari prinsipal asing. Saat ini, ujar dia, harga FOB (freight on board) sepasang sepasang sepatu olahraga yakni sekira USD12,5 per pasang.

"Secara umum, mulai ada pengalihan order dari China ke Indonesia. Prinsipal asing mulai menambah order dari Indonesia. Lebih bagus lagi kalau ekspansi menambah pabrik baru. Saya berharap itu terjadi karena artinya ada tambahan lapangan kerja," kata Binsar.

Binsar menambahkan, saat ini, tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) industri sepatu di Indonesia masih berkisar 60-70 persen. Maka dari itu, lanjut dia, industri sepatu di Indonesia masih sanggup menerima tambahan order.

"Aprisindo sedang menggiatkan program pelatihan bagi tenaga kerja industri sepatu. Program itu bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan pabrikan terkait. Kalau pabrikan sepatu mulai mengadakan program pelatihan, itu menunjukkan dia menaikkan kebutuhan," pungkas Binsar.(Sandra Karina/Koran SI/ade)

Lebaran, Impor Sepatu Diproyeksi Naik 20%

JAKARTA - Impor sepatu diproyeksikan akan mengalami kenaikan sekitar 20 persen menjadi Rp210-Rp220 miliar dari posisi normal Rp170 miliar per bulan. Lonjakan diprediksi terjadi sejak Mei hingga Lebaran 2010.

"Saya perkirakan ada kenaikan impor sepatu sekitar 20 persen pada bulan Mei hingga selama periode back to school dan Lebaran 2010. Selain karena konsumsi yang naik pada periode itu. Kondisi tersebut diperkirakan berlanjut jika terjadi fluktuasi penguatan rupiah," tutur Ketua UmumAsosiasi Persepatuan Indonesia (Aprinsindo) Edy Widjanarko di Jakarta.

Menurutnya, setiap tahun Indonesia mengimpor sepatu hingga Rp2 triliun per tahun. "Bulan ini saja, saya perkirakan impor naik sampai Rp40 miliar," ujar dia.

Edy menjelaskan, penguatan rupiah semakin memicu pengalihan order untuk pemenuhan kebutuhan domestik. Akibatnya, lanjut dia, produk impor menjadi pilihan.

"Dengan impor ada selisih keuntungan hingga 5 persen akibat penguatan kurs.Sementara itu, ada beberapa industri yang tidak bisa langsung menurunkan harga jual karena marjin memang sudah tipis. Jadi, kalau penguatan kurs berlanjut dengan fluktuasi, kondisi itu akan semakin menekan industri sepatu di dalam negeri.Sementara ini sudah mulai stabil," papar Edy.

Edy menjelaskan, pihaknya selalu  memantau perkembangan penguatan rupiah dan kondisi pasar. "Untuk periode back to school dan Lebaran 2010, industri sudah mulai menggenjot produksi. Mungkin utilisasi bisa mencapai 80-85 persen dariposisi normal 60-65 persen," tutur dia.

Akibat lonjakan impor, Edy mengharapkan industri nasional mampu menggenjot ekspor.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Dedi Mulyadi mengatakan, kenaikan impor sepatu dipicu oleh tingginya tingkat permintaan konsumen dalam negeri. Namun, lanjutnya, angka impor masih fluktuatif sampai akhir tahun.

Sebenarnya, kata dia, tingginya impor bisa diredam dengan produksi alas kaki nasional. Pasalnya, menurut Dedi, pada saat ini, indeks produksi alas kaki di dalam negeri sedang meningkat tajam. Ditambah lagi, kata dia, pemerintah Indonesia sedang menggalakkan penggunaan produk buatan dalam negeri. Sehingga, sambungnya, hal tersebut bisa menekan impor dan penggunaan alas kaki buatan dalam negeri.

"Sebenarnya kualitas produk dalam negeri juga bagus. Indeks produksi alas kaki juga sedang meningkat, naik sekitar 10 persen di kuartal I-2010," kata Dedi.

Peningkatan industri alas kaki, kata Dedi, juga didorong oleh pertumbuhan industri nasional secara keseluruhan yang juga semakin membaik. Pada saat ini saja, menurutnya, industri sudah tumbuh sekitar 4,01 persen dari target awal yang sebesar 4,65 persen. Namun, Dedi menjelaskan, pertumbuhan industri rentan karena ada hambatan dari berbagai kebijakan pemerintah, misalnya kenaikan tarif listrik.

"Kalau ada kebijakan yang aneh-aneh, pertumbuhan industri akan goyah lagi," tukasnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat sebelumnya pernah mengatakan, tahun ini ekspor alas kaki diharapkan tembus USD2 miliar atau meningkat 11 persen dibandingkan dengan 2009 sebesar USD1,73 miliar.

"Jumlah itu kami harapkan terus meningkat hingga USD3 miliar pada 2014 nanti," katanya.

Menurut Hidayat, target ekspor tersebut akan didukung program restrukturisasi industri alas kaki 2010 sebesar Rp34,25 miliar. "Program restrukturisasi bertujuan menarik investasi baru," tambahnya.

Program restrukturisasi mesin atau peralatan industri kulit dan alas kaki yang sudah memasuki tahun kedua itu mendapat sambutan positif dari kalangan dunia usaha.

Untuk industri alas kaki, lanjut Hidayat, saat ini terdapat 386 perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah dengan penyerapan tenaga kerja sedikitnya 450.000 orang. "Total investasi di sektor ini Rp4,29 triliun. Kapasitas terpasangnya 1,18 miliar pasang per tahun, tapi kapasitas produksi saat ini 800 juta pasang dengan tingkat utilisasi 65 persen," jelas Hidayat.(Sandra Karina/Koran SI/wdi)

Adidas-Geox Relokasi Pabrik ke Indonesia

JAKARTA - Dua prinsipal sepatu asal Korea Adidas dan Geox akan merelokasi pabrik dari Vietnam ke Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD150 juta pada tahun ini.

Geox ditargetkan memproduksi sepatu hingga 100.000 pasang, sedangkan Adidas akan memproduksi hingga 850.ooo pasang hingga akhir 2010, Dan pada Januari 2011, Adidas ditargetkan bisa memproduksi sepatu sekitar 1,2 juta pasang.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia  (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, kedua perusahaan tersebut menutup pabrik di China dan saat ini akan pindah ke Indonesia.

Saat ini, menurut Eddy, untuk Adidas sudah mengambil sekitar 20 hektare (ha) tanah di wilayah Serang Banten, sedangkan Geox mengambil lahan seluas 5,6 ha di wilayah Pasuruan Surabaya, Jawa Timur.

"Dua perusahaan tersebut diketahui berminat investasi di Indonesia karena bahan bakunya lebih mudah didapat disini," kata Eddy di Jakarta, kemarin.

Menanggapi kekisruhan kenaikan tarif dasar listrik (TDL), Eddy mengatakan, investor asing tidak menunda investasinya di Indonesia. Perusahaan dengan merk New Balance, Nike, dan Reebok juga tetap melakukan perluasan. Hingga pertengahan 2010, kata dia, ada tiga pabrik yang sudah buka dan berproduksi, sedangkan untuk merk Peeles dengan produksi 300.000 pasang akan mulai pada September tahun ini.

"Minimal satu perusahaan itu mengeluarkan dana USD50-200 juta untuk investasi di Indonesia," ujar Eddy.

Menurut Eddy, awalnya tahun ini pengusaha menargetkan ada 10 investor asing yang akan masuk ke Indonesia dengan potensi investasi sekitar USD600 juta, dan saat ini sudah ada empat investor dan ditambah dua lagi yang berasal dari Korea sehingga potensinya bisa bagus. Sekarang, kata dia, posisinya tergantung pada pemerintah, mau dilanjutkan atau tidak.

"Kita akan bicara dengan Kepala BKPM (Gita Wirjawan), kebetulan dia sangat antusias, tapi kisruh kebijakan energi seperti ini justru menghambat, karena pemerintah tak ada satu suara," tegasnya.

Eddy melanjutkan, akibat kenaikan TDL, nilai ekspor alas kaki yang ditargetkan sebesar USD2-2,2 miliar untuk tahun ini diperkirakan bisa turun hingga USD1,8 miliar.(Sandra Karina/Koran SI/wdi)

Produksi 1 Juta Produsen Sepatu Dalam Negeri Sasar Asia & Eropa

DENPASAR - Produk sepatu dalam negeri "League" berambisi bertarung dengan brand sepatu dunia lainnya di pasar luar negeri. Yakni dengan memperluas jaringan penjualan, pemasaran, dan meningkatkan produksi sepatu spesialis olah raga hingga satu juta pack.

Pada 2011 ini, League yang berada di bawah manajemen Berca Retail Group, telah mencanangkan untuk melakukan penetrasi pasar ke mancanegara baik Asia dan Eropa.

"Dengan brand produk-produk premium, kami siap untuk go internasional. Sudah saatnya produksi dalam negeri bersaing dengan brand sepatu dunia," ujar Chief Operating Officer (COO) Berca Retail Group Hartono Wijaya saat jumpa pers di Denpasar, Kamis (24/3/2011).

Ia mengungkapkan produk League yang merupakan merek global dengan produk premium yang didisain di Amerika itu, telah mempersiapkan diri baik dari kemampuan produksi maupun strategi pengembangan pemasaran ke luar negeri.

Adapun untuk kualitas produk, selain memperbaiki disain yang lebih modern juga mengaplikasikan teknologi terbaru, sehingga sepatu bisa memberi aspek kenyamanan dan keselamatan seperti menghindari cedera.

Dengan pabrik yang ke semuaya berada di Indonesia, sambung Hartono, kemampuan produksinya mencapai satu juta pack per bulan. Sedangkan realisasi penjualan berhasil dibukukan sebanyak satu juta pack per tahunnya.

Pihaknya berharap jika selama ini, masyarakat mengenal brand sepatu dunia seperti Nike dari Amerika dan Adidas dari Jerman, maka persepi tersebut bertambah ke League sebagai branding sepatu Indonesia.

Keberanian itu akan menjadi tonggak sejarah bagi industri sepatu dalam negeri lainnya yang nantinya juga diharapkan mampu bertarung di pasar internasional.
Rencananya, pada Mei mendatang, pihaknya siap memulai penetrasi pasar pertama ke Singapura dan seterusnya bertahap ke negara-negara lain.

Diakuinya selama sekira 20 tahun, orientasi pasar premium produk-produknya, masih ke pasar domestik. Pihaknya mengajak kalangan pengusaha sepatu dalam negeri lainnya, untuk berani membangun brand Indonesia di pasar dunia.

Untuk itu, sejumlah negara yang siap digarap dan menjadi peluang bagi produk sepatu Indonesia adalah Singapura, Malaysia, Korea, dan London.

"Jadi ada misi nasionalisme yang kami ingin kami tanamkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing dengan produk dunia," tandasnya di sela acara League Trade Show Fall/Winter 2011 di Denpasar. Adapun harga produk premiuam dilempar dalam kisaran Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

Manager Advertising dan Promosi League Berca Retail Group Safara Firdaus menambahkan, selain Bali, kegiatan juga digelar di kota besar lainnya seperti Surabaya, Yogyakarta dan Bandung.

"Kami ingin berbagi informasi seputar marketing dan highlight produk terbaru, mengkomunkasikan brand dan produk terbaru kami mencakup footwater, apparel, dan accesoris," papar Safara. (ade

Sepatu dan Tas Aldo Diskon Hingga 80 Persen

KOMPAS.com - Merek sepatu asal Kanada, Aldo Shoes and Accessories menggelar diskon akhir musimnya. Diskon hingga 80 persen digelar di FX Lifestyle Center lantai 3 mulai pertengahan Maret lalu hingga 9 April 2011 mendatang.

Moh. Syarifuloh, Sales and Operation Manager Aldo Shoes and Accessories Indonesia, mengatakan kepada Kompas Female, sepatu-sepatu yang didiskon merupakan seputar sepatu boots, sandal, dan hak tinggi. "Diskonnya untuk all stock dari season lalu. Banyak terdiri dari sepatu hak tinggi, sepatu formal, sandal, juga tas-tas tangan yang kasual, semi-kasual, dan formal. Tak hanya untuk perempuan, banyak juga sepatu-sepatu untuk pria, mulai dari sandal, sepatu kasual, juga formal," papar Arif.

Diceritakan lagi oleh Arif, diskon yang ditawarkan cukup menarik, hingga 80 persen. "Dari yang harganya Rp 1.300.000 menjadi Rp 600.000, ada juga yang tadinya Rp 1.200.000 menjadi Rp 360.000 karena diskon 70 persen. Tipe-tipe yang menjadi favorit antara lain, model sepatu hak tinggi model stiletto, semi boots, dan wedges.

Bazaar tahunan Aldo Shoes and Accessories ini dilakukan untuk menghabiskan stok musim 2010 kemarin untuk menyambut season terbaru. "Season fall/winter kemarin kan kebanyakan tipe sepatu berwarna abu-abu, hitam, dan cokelat. Nah, musim semi/panas mendatang, warnanya lebih cheerfull. Warna-warna yang ceria di sepatu dan tas jadi pilihan. Sepatu dengan aksesori dan ornamen juga akan banyak dijumpai, seperti ornamen kayu, hak tebal, open toes, boot wedges, hak datar, dan lainnya," jelas Arif lagi yang mengingatkan, untuk Anda yang tertarik untuk segera ke sana, karena penjualannya cukup cepat dan sudah berlangsung beberapa hari, jadi sudah banyak yang mulai habis.

Harga Kulit Naik, Orderan Sepatu Kulit Tetapi Eksis

Semarang, CyberNews. Sepatu, salah satu pendukung penampilan setiap orang agar lebih sempurna. Di tangan Supardi (55) atau akrab disapa Kurdi,sepatu berbahan dasar kulit menjadi peluang yang tak pernah sepi orderan.
Kurdi merintis usaha tersebut sekitar 1987. Diproduksi di Kampung Batik Gayam No 668, sepatu kulit buatan pria asal Semarang itu tidak tergoyahkan ketika badai krisis ekonomi datang lagi belakangan ini. Sepatunya tidak hanya menghiasi toko-toko grosir terbesar saja tapi banyak juga dikenakan mahasiswa akademi keperawatan di Kota Semarang.
Kejelian melihat peluang dan keinginan kuat untuk menciptakan produk yang berbeda, membuat pemilik dan pendiri sepatu kulit merek Kayaha ini menjadi pengusaha tahan banting. Kisah sukses itu bermula dari pengalaman bertahun-tahun ikut orang membuat sepatu.
Dari pengalaman itu, Kurdi mempelajari anatomi kaki agar sepatu buatannya nyaman dipakai. Pada 1987, bersama istrinya, Kusmini (45), dia memutuskan keluar dan membuka usaha sendiri. Dengan berbekal uang hasil jualan sepeda ontel laku Rp 55.000 dan pinjaman Rp 200.000 dari renternir, bapak tiga anak ini membeli segala peralatan yang dibutuhkan.
Kini untuk memenuhi permintaan tiga toko grosir sepatu di kota lunpia, ia sudah kewalahan. Meski jumlah karyawan sempat mengalami pengurangan, dari 35 orang menjadi 18 orang usaha Kurdi tetap eksis di tengah harga bahan baku yang terus meroket. Dari segi harga, sepatu kulit Kurdi itu sangat terjangkau.
Harganya bisa mencapai separo atau sepertiga dari harga yang dibandrol toko-toko sepatu. Mulai berkisar Rp 65.000-Rp 250.000 per pasang. Desain sepatu kulit senantiasa mengikuti perkembangan tren. Lebih dari 100 jenis model sepatu dihasilkan dari tangan kreatifnya. Bagi konsumen yang menghendaki model sendiri, ia pun berusaha memenuhi pesanan tersebut. Usaha sepatu kulit ini pun tiap tahun terus berkembang. Tiap bulan, ia mampu meraih omset sedikitnya Rp 15 juta.
( Hartatik , Maulana M Fahmi / CN27 / JBSM )

Sepatu Gladiator Mempercantik Kaki

WartaNews-Jakarta - Bagi para wanita yang tidak suka memakai sepatu high heels, maka tak perlu khawatir. Pasalnya, sepatu dengan model gladiator dapat menggantikan sepatu tersebut.

Mode Gladiator Shoes ini bahkan lagi trend di kalangan anak muda jaman sekarang. Tak hanya itu saja, sepatu ini juga cocok untuk bawahan apa saja, contohnya :

Rok Mini

Sepatu gladiator terlihat keren dengan rok mini berwarna hitam atau rok terusan dengan panjang sampai di atas lutut. Gunakan sepatu gladiator bertali setinggi betis Anda.

Skinny Jeans

Sebagai aksesori lain untuk skinny jeans, pilih sepatu gladiator setinggi pergelangan kaki. Jangan terlalu tinggi karena akan bertabrakan dengan skinny jeans yang Anda pakai. Skinny jeans dibuat untuk jatuh tepat di pergelangan kaki.

Celana Pendek

Celana ini bagus dikenakan bagi pemilik kaki panjang dan betis tidak terlalu besar. Sepatu gladiator berwarna gold akan cantik dipertemukan dengan sweet shirt atau blus sabrina berwarna lembut.

So, silahkan dicoba bagi yang suka, khususnya para wanita muda hobi hangout. (*/eko)

Pabrik Sepatu Nike Didemo Warga

SUKABUMI (Pos Kota) –  Puluhan warga Kampung Baros, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat melakukan unjukrasa dengan cara memblokir jalan ke lokasi pabrik sepatu merk terkenal Nike, Rabu (23/3).
Keterangan dihimpun, demo yang dilakukan puluhan demonstran ini telah berjalan selama dua hari. Perusahaan sepatu itu dituding melanggar kesepakatan bersama;  memberikan kontribusi terkait masalah dampak lingkungan.
Warga kecewa karena perusahaan belum memenuhi kesepakatan itu hingga sekarang. Terlebih, warga merasa dirugikan setelah berdirinya pabrik lantaran terjadi banjir kiriman yang menggenangi pemukiman warga.
Koordinator aksi, H. Makmur menjelaskan, aksi ini akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dikabulkan perusahaan. Menurutnya, pihaknya telah meminta Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) setempat  untuk mengkaji ulang izin pembangunan pabrik.
Tuntutan lainnya, kata Makmur, warga meminta perusahaan melunasi utang bekas pembelian material hingga mencapai Rp 800 juta. Disebutkan Makmur, soal utang ini terkatung-katung sejak empat bulan yang lalu. “Kami akan tetap memblokir jalan hingga tuntutan dikabulkan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak perusahaan masih enggan memberikan komentar dengan adanya aksi unras ini. Kendati demikian, selama aksi ini terlihat puluhan polisi menjaga jalannya unras puluhan warga tersebut. (sule/dms)

"PRAY TO JAPAN" 100 Ribu Sepatu untuk Jepang

INILAH.COM, Washington – Produsen sepatu karet ternama Amerika Serikat (AS) mengirimkan 100 ribu pasang untuk warga Jepang yang menjadi korban bencana 11 Maret.
Ratusan ribu pasang sepatu bermerek Crocs dalam berbagai itu disumbangkan ke Jepang, untuk para warga yang menjadi korban bencana gempa bumi 9,0 SR yang diikuti gelombang tsunami itu. Hal ini disampaikan oleh Presiden Crocs, John McCarvel.
“Hanya ini yang bisa kami lakukan untuk meringankan beban mereka. Kami memiliki pegawai, partner dan pelanggan di Jepang. Suatu kehormatan bisa membantu warga Jepang saat mereka membutuhkannya,” papar McCarvel.
Pada pertengahan 2000-an, Crocs menjadi sebuah fenomena yang mendunia karena kenyamanan dan bagi beberapa, pernyataan antifesyen. Namun, penjualan sempat menurun karena berbagai kasus yang melanda.
Meski merugi pada 2008-2009, Crocs kembali mereguk laba tahun lalu dengan mengeluarkan produk-produk baru. Saat bencana gempa besar di Haiti pada 2010, Crocs menyumbangkan 80 ribu pasang sepatu ke negara tersebut.

Bahan Baku Naik, Perajin Sepatu Kulit Beralih ke Imitasi

CICALENGKA,(GM)-
Para perajin sepatu kulit di Kec. Cicalengka, Kab. Bandung mengeluhkan harga bahan baku yang melonjak hingga 40%. Dari Rp 120.000/kg, kini dalam delapan bulan terakhir menjadi Rp 180.000.

Sebelumnya dari Rp 80.000/kg menjadi Rp 110.000. Hal serupa dialami alas sepatu yang juga mengalami kenaikan harga hingga 30%. Dari Rp 20.000/pasang melonjak menjadi Rp 27.000 - Rp 30.000. Akibat kenaikan harga bahan baku kulit yang berdampak pada pemasaran, kini banyak perajin beralih ke bahan baku imitasi.

"Yang pasti, harga bahan baku itu sangat memberatkan para perajin. Termasuk perajin lokal. Mereka juga kesulitan mengimbangi harga sepatu yang dipasarkan di toko-toko sekitar Rp 50.000/pasang. Sedangkan harga sepatu yang dihasilkan para perajin di Cicalengka di atas Rp 65.000," kata seorang perajin sekaligus pelaku usaha industri sepatu, Asep Tedi Permadi kepada "GM" di Cicalengka, Kab. Bandung, Kamis (31/3).

Asep mengatakan, pihak toko menjual produk sepatu kulit dengan harga lebih murah karena mereka membeli bahan baku dalam jumlah lebih banyak. Sedangkan para perajin di Cicalengka menyesuaikan produksi dengan persediaan modal dan pesanan konsumen. Kondisi ini, imbuh Asep, berimbas pada pemasaran karena konsumen enggan memesan.

Menurut Asep, karena bahan baku kulit memberatkan para perajin, otomatis mereka mengembangkan pola usaha dengan membuat sepatu perempuan dari bahan baku imitasi. "Tapi industri sepatu kulit tetap berjalan dan tidak distop. Namun saat ini para peranjin lebih memaksimalkan sepatu wanita dari bahan imitasi," tuturnya.

Hal ini dilakukan untuk mempertahankan usaha. "Tapi kalau ada konsumen yang memesan sepatu kulit tetap kita layani," katanya.

Ia mengatakan, sepatu berbahan imitasi itu lebih terjangkau oleh kalangan kelas menengah ke bawah. Harganya di bawah Rp 50.000/pasang karena bahan bakunya lebih murah. "Alhamdulillah pemasaran sepatu imitasi ini sudah berjalan. Bahkan sudah ada kiosnya di Cicalengka, Rancaekek, Jatinangor sebagai tempat pemasaran," katanya. (B.105)**

03 April 2011

Sebelum Lebaran, Lee Cooper Rilis Sepatu

Jody Dharmawan (Foto: Tuty Ockta)
Jody Dharmawan (Foto: Tuty Ockta)

Tuty Ocktaviany - Okezone

SETAHUN ini, PT Lee Cooper Indonesia sangat agresif mengembangkan lini bisnis tidak lagi di bidang busana. Setelah parfum dan jam tangan, perusahaan yang berkantor pusat di Inggris ini akan merilis koleksi sepatu.

“Kami memang ada rencana meluncurkan koleksi sepatu. Mungkin sebelum Lebaran,” kata Presiden Direktur PT Lee Cooper Indonesia Jody Dharmawan saat berbincang dengan okezone di fX Lifestyle X'nter, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Pria ramah ini mengatakan, peluncuran sepatu nanti untuk melengkapi koleksi Lee Cooper yang sudah ada, seperti busana pria dan wanita, parfum, dan jam tangan.

“Lee Cooper berusaha menyediakan segala kebutuhan untuk mendukung penampilan seseorang. Karenanya, kami sangat antusias melakukan berbagai macam terobosan melihat permintaan pembeli potensi yang sangat besar di Tanah Air,” tutupnya.
(tty)

Rata-rata Perempuan Memiliki 17 Pasang Sepatu

Rata rata Perempuan Memiliki 17 Pasang Sepatu
misadventureswithandi.com

JIKA ada item fesyen yang membuat kaum perempuan tergila-gila dan terobsesi untuk mengoleksinya, maka benda itu adalah sepatu. Mantan Ibu Negara Filipina Imelda Marcos, bahkan terkenal karena memiliki koleksi 2.700 pasang sepatu.

Tokoh fashionista Carrie Bradshaw dari serial 'Sex and The City,' juga paling dikenal dengan kecintaannya terhadap sepatu. ''Aku mungkin tidak memahami kaum lelaki. Tapi, kalau sepatu aku paham,'' ujar karakter yang diperankan oleh Sarah Jessica Parker itu.

Sepatu memang tak dapat dilepaskan dari kehidupan kaum perempuan. Dalam sebuah survei tentang alas kaki yang digelar oleh ShopSmart, sebuah publikasi Laporan Konsumen di Amerika Serikat, terhadap lebih dari 1.000 perempuan, ditemukan bahwa rata-rata perempuan AS memiliki 17 pasang sepatu dan menghabiskan sekitar US$49 untuk sepasangnya. Di antara semua sepatu yang mereka miliki, hanya tiga pasang yang dipakai secara regular.

Tapi, tentu saja Anda bisa jadi tidak termasuk dalam kelompok tersebut. Apalagi jika Anda adalah seorang maniak sepatu. Faktanya, sebanyak 13 persen perempuan memiliki lebih dari 30 persen sepatu, tidak termasuk sneaker.

Nah, berikut ini adalah hasil statistik lain yang diperoleh dari survei tersebut, seperti dikutip situs shine.yahoo.com:

1. Perempuan membeli sekitar tiga pasang sepatu setiap tahun.
2. Sebanyak 39 persen perempuan lebih memiliki sepatu ceper dibandingkan sepatu model lain.
3. Sementara itu, 33 persen perempuan menghabiskan lebih dari US$100 untuk sepasang sepatu.
4. Hanya 25 persen perempuan yang mengenakan sepatu dengan hak setinggi 10 cm atau lebih.
5. Sebanyak 46 persen perempuan membeli sepasang sepatu bermodel jelek tapi nyaman, sedangkan 60 persen di antaranya sanggup menahan sakit demi sepatu modis.
6. Di sisi lain, 61 persen perempuan membawa sepatu cadangan yang nyaman di dalam tas mereka untuk berganti alas kaki.
7. Sebanyak 48 persen perempuan pernah mengalami cedera akibat sepatu.
8. Sekitar 19 persen perempuan membeli sepatu untuk menghibur diri.
9. Sebanyak 29 persen perempuan membeli sepatu secara online.
10. Sementara itu, 14 persen perempuan pernah menyembunyikan setidaknya satu pembelanjaan sepatu dari pasangannya.
11. Yang menarik, 51 persen perempuan memperhatikan sepatu-sepatu yang dikenakan perempuan lain.
12. Terakhir, 28 persen perempuan merasa sepatu merupakan kunci utama penampilan.

Lantas, apa yang menyebabkan begitu banyak kaum hawa yang terobsesi dengan sepatu? Lisa Lee Freeman, editor in chief ShopSmart menjelaskan, ''Sepatu-sepatu tidak pernah membuat bokongmu terlihat besar. Kau tidak harus khawatir sepatu tidak muat dipakai meski pun berat badanmu bertambah beberapa kilogram, dan sepatu bisa membuatmu merasa seksi secara instan.'' (Yul/OL-06)

Andre Valentino Pimpin Pasar Sepatu Moccasin

Andre Valentino Pimpin Pasar Sepatu Moccasin andrevalentino.com

SEPATU moccasin seolah menjadi salah satu model sepatu yang tidak pernah usang. Meski tenggelam sesaat, jenis sepatu yang biasanya terbuat dari bahan kulit bertekstur lembut ini tetap akan menjadi koleksi yang akan dikenakan lagi. Apalagi biasanya di bagian atasnya dipercantik dengan detail sulaman, bordir dan juga hiasan yang lainnya.

Salah satu produsen sepatu dalam negeri Andre Valentino di bawah bendera PT Saga Machie juga memproduksi sepatu jenis ini dengan bahan yang nyaman di kaki karena terbuat dari kulit asli. Sol sepatu yang lentur dan menghadirkan evolusi model berdetail sederhana meski tampilannya terkesan maskulin. 

"Andre Valentino telah menjadi leader yang sangat diperhitungkan di dunia alas kaki, terutama disain dan bahan sepatu untuk moccasin yang selalu menjadi produk unggulan di antara semua produk sepatu terbaik, jenis yang sama," ucap William Jong, Product Executive Andre Valentino.

Sepatu moccasin awalnya dibuat oleh suku Indian Amerika Utara untuk digunakan berburu, mengembara dan berdagang. Namun kini dengan desain Andre Valentino, sepatu moccasin polos layak dikenakan untuk ke kantor namun memungkinkan untuk dikenakan untuk berbagai kesempatan. Padukan moccasin dengan jins dan kaos atau kemeja berbahan flanel untuk melengkapi gaya kasual Anda.

Selain moccasin di bawah brand Andre Valentino, PT Saga Machie juga memproduksi brand Studio Nine. Pada tahun 1993, keduanya berani merambah Singapura dan Malaysia padahal saat itu mereka belum memasarkan kedua produk ini di Indonesia. "Tidak ada nama atau arti khusus kedua brand itu, atau dengan tujuan supaya terdengar seperti brand luar negeri, meski saat menciptakannya kami juga membiarkan bahkan tidak gembar-gembor bahwa ini buatan Indonesia," ujar Marga Singgih, General Manager PT Saga Machie.

Ia juga menambahkan bahwa bahan utama kulit hingga saat ini masih didapatkan produk lokal, namun untuk asesoris seperti rantai besi, bunga-bunga plastik dan gesper masih impor dari Thailand dan China.

Target pasar
Pemiliknya, Aulia Singgih yang pernah belajar mendesain dan pembuatan sepatu dalam sebuah kursus di Italia. Ia paham betul ceruk pasar yang masih bisa digarap di tengah para pesaing yang kian gencar menyasar dengan strategi desain yang semakin berani namun dengan harga yang murah. Mereka kemudian membidik 10 persen pasar penyuka fesyen namun berkelas dengan harga pasar yang relatif terjangkau.

PT Saga Machie juga menjanjikan layanan purna jual yang apik. Selama cacat produksi, alas kaki baik sandal ataupun sepatu bisa diperbaiki di konter manapun tanpa dikenai biaya. "Namun jika cacat karena pemakaian, seperti sol yang sudah aus karena sudah terpakai lama namun kulit atasnya masih kuat, kami kenai biaya pengerjaan yang relatif murah," ujar Marga Singgih menutup pembicaraan. (Eno/OL-06)

Tiga Alasan Perempuan Tergila-gila Sepatu

media_perempuan_headline fashionclothingtoday.com

DARI zaman Cinderella sampai Carrie Bradshaw yang modern di serial 'Sex and the City,' kaum hawa selalu diidentikkan dengan sepatu. Lantas, apa yang menyebabkan perempuan begitu tergila-gila dengan alas kaki ini?

Sepasang sepatu mampu memberikan sentuhan keajaiban, menyulap busana yang tadinya biasa-biasanya saja menjadi lebih istimewa dan tiada duanya. Secara ilmiah, terdapat sejumlah penjelasan yang menyibak obsesi perempuan terhadap sepatu, seperti dikutip situs cosmopolitan.com berikut ini:

Kepuasan
Pertama-tama, suasana hati bisa meningkat dalam sekejap ketika Anda mencoba segala jenis pakaian, termasuk sepatu. ''Dopamin neurotransmitter dilepaskan, memberikan rasa menyenangkan yang tinggi, sama seperti ketika mengonsumsi obat-obatan,'' jelas Martin Lindstrom, seorang pakar branding untuk perusahaan Fortune 100 dan penulis 'Buyology: Truth and Lies About Why We Buy.'

Dopamin meningkat sampai Anda menggesekkan kartu kredit atau debit. Biasanya, rasa bersalah akan mulai merayap masuk, kecuali ketika item yang Anda beli adalah sepasang sepatu.

''Para pembeli merasionalisasikan sepatu sebagai pembelian praktis, sesuatu yang bisa mereka pakai beberapa kali dalam seminggu, sehingga mereka berpegang pada perasaan menyenangkan lagi,'' kata Lindstorm.

Selain dopamin, reaksi lain dari otak juga berpengaruh. Membeli sepatu baru merangsang Membeli sepatu baru merangsang area korteks prefrontal otak yang disebut tempat pengumpulan.

''Sepatu adalah benda koleksi, terlepas dari perempuan menyadarinya atau tidak,'' kata Suzanne Ferriss, Ph.D. Adrenalin yang mengalir ketika mengumpulkan sepatu, mirip dengan kepuasan yang didapat kolektor perangko ketika memperoleh perangko langka.

Kekuasaan
Sama seperti kebanyakan hewan, manusia secara alami juga mengasosiasikan ketinggian dengan kekuasaan, kata Helen Fisher, Ph.D., profesor antropologi di Rutgers University.

''Sepatu hak tinggi secara harfiah dapat meningkatkan status Anda karena Anda menjadi lebih tinggi ketika mengenakannya,'' ujarnya.

Secara historis, beberapa abad lampau hanya orang-orang kaya yang memakai sepatu hak tinggi. Sedangkan orang biasa mengenakan sepatu yang lebih praktis untuk mengerjakan pekerjaan kasar.

''Sepatu adalah ukuran kelas, dan kita masih memiliki sedikit mind-set seperti itu tertanam dalam diri kita.''

Seksualitas
Stiletto selama ini dianggap melambangkan seksualitas, yang menjadi salah satu elemen penting bagi manusia.

''Ketika perempuan mengenakannya, dia mengasumsikan pose perkawinan primitif yang disebut lordosis. Bokong yang terangkat, dan punggung yang melengkung,'' jelas Fisher.

Sementara itu, Daniel Amen, M.D., penulis 'The Brain in Love' berusaha menjelaskan lebih jauh. Menurutnya, pikiran kita terstruktur dengan mengasosiasikan kaki dengan seks.

''Area otak yang berkomunikasi dengan alat kelamin berada tepat di sebelah area yang berhubungan dengan kaki. Daerah ini berbagi saraf crosstalk, yang mungkin menyebabkan sepatu bisa dianggap erotis,'' katanya. (Yul/OL-06)

'Si Tali' yang Bikin Seksi

INILAH.COM, Jakarta - Desainer sepatu terkenal asal Amerika Serikat, Christian Louboutin merilis sepatu unik untuk musim semi.

Mr. Louboutin mendesain sepatu yang diberi nama Panier dengan tinggi mencapai 12,7 dan bahan serat linen, berwarna cream.

Seperti dilansir dari net porter, sepatu itu sangat cocok dipakai untuk cuaca hangat dengan dipadukan gaun berpotongan kerah kemeja dan tas tangan berbahan glossy.

Untuk warna, Louboutin mengeluarkan warna lain dari sepatu Panier yakni merah dan hitam, khusus bagi Anda yang tidak menyukai warna wedges. [mor]

Eropa jadi pasar alternatif untuk ekportir sepatu

JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Industri Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko membenarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2011 yang menyatakan ekspor sepatu ke Jepang mengalami penurunan sekitar 25,7% akibat imbas Tsunami sesuai dengan perkiraannya.
Ia bilang ekspor sepatu ke negara Matahari Terbit itu akan mengalami tren menurun dalam beberapa waktu ke depan. "Ini cuma perkiraan dan prediksinya bisa mencapai 30%," tandas Eddy saat dihubungi Jumat (1/4).
Menurut Eddy, meski penurunan ekspor sepatu ke Jepang bisa mencapai 30%, namun pengaruhnya terhadap ekspor produk alas kaki unggulan tersebut hanya sekitar 1%. " Ini karena ekspor sepatu ke Jepang selama ini tak terlalu besar, jumlahnya hanya sekitar 1,5%-2% dari total ekspor keseluruhan,” tambahnya.
Ia menambahkan pihaknya hanya bisa menunggu sampai waktu yang belum ditentukan. Namun ia memperkirakan 6 bulan, sesuai dengan batas waktu penundaan pengiriman ekspor yang diminta para importir sepatu di Jepang. "Itu dengan catatan pemerintah setempat mau memberikan bantuan," jelasnya.
Meski demikian, ia mengaku tak terlalu risau atas penurunan ini, pasalnya, pasar Eropa bisa menjadi alternatif selama ekspor ke Jepang mengalami kelesuan. "Sepertinya pasar Eropa bisa sebagai pilihan lain mengingat kondisi Jepang yang belum stabil pasca gempa dan tsunami," lanjutnya.
Ia sendiri belum mengetahui persis berapa besar ekspor sepatu secara keseluruhan yang menyasar Negeri Sakura tersebut. "Jumlah persisnya saya tak hafal, namun yang jelas tak terlalu signifikan," pungkasnya.

Ekspor ke Jepang Maret diprediksi anjlok 25%

JAKARTA. Goncangan akibat gempa bumi dan tsunami di Jepang juga terasa di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor ke Jepang pada Maret 2011 bakal anjlok 50% dibanding ekspor Februari 2011. Sedangkan nilai ekspornya diprediksi turun hingga 25% dibandingkan Februari 2011.

Data BPS menunjukkan data perdagangan 60 pelabuhan Jepang yang menjadi tujuan ekspor barang Indonesia, jelas menunjukkan penurunan nilai. "Makanya, kami memperkirakan ada penurunan untuk ekspor Maret," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan, kemarin (1/4).

Rusman mencontohkan volume ekspor ke Pelabuhan Sendai anjlok 44,5% dari sebelumnya US$ 10,2 juta pada Februari 2011 menjadi hanya US$ 5,6 juta pada Maret 2011. Adapun nilai ekspor Indonesia ke Pelabuhan Tokoyama menurun 35%. "Meski hampir semua pelabuhan tetap beroperasi, tetapi Jepang masih memfokuskan diri pada recovery bencana, sehingga ekspor turun," katanya.

Rusman belum bisa memastikan berapa realisasi nilai ekspor pada Maret 2011. Maklum, ini baru data awal setelah BPS melihat nilai ekspor yang masuk ke pelabuhan utama Jepang. "Nanti kita lihat pada bulan Mei, setelah angka impor Maret jelas," katanya.

Kalau ekspor ke Jepang anjlok, nilai ekspor Indonesia bisa turun. Sebab, Jepang masih menjadi salah satu negara tujuan utama ekspor non-migas Indonesia.

Ekspor non-migas Indonesia pada Februari 2011 ke Jepang mencapai US$ 1,66 miliar atau 12,04% dari total ekspor non-migas. Adapun total ekspor ke Jepang selama Januari-Ferbuari 2011 mencapai US$ 2,86 miliar.

Negara lain yang menjadi negara tujuan utama eskpor Indonesia adalah Amerika Serikat (AS) dan China, yang masing-masing menyumbang total ekspor non-migas sebesar 10,54% dan 9,84%.

Sementara itu, BPS mencatat, total nilai ekspor non migas Indonesia pada Februari 2011 mencapai US$ 11,84 miliar. Ini turun 1,25% dibanding ekspor Januari 2011. Adapun total nilai ekspor mencapai US$ 14,4 miliar atau turun 1,42% dibanding Januari 2011.

Bisa anjlok 30%

Ketua Umum Asosiasi Industri Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, prediksi BPS sesuai dengan perkiraan pihaknya. Aprisindo sendiri sudah menghitung kemungkinan ekspor sepatu ke Jepang bakal mengalami penurunan hingga 30% akibat dampak tsunami dan gempa bumi.

Selama ini, Indonesia banyak mengekspor sepatu jenis olahraga ke Jepang. Para prinsipal di Jepang kemudian memasarkan kembali sepatu buatan Indonesia tersebut dengan merek mereka sendiri.

Tapi saat ini, para importir menunda pemesanan sepatu dari Indonesia. Ini bisa memukul kinerja ekspor sepatu Indonesia.

Ekspor sepatu ke Jepang memberi kontribusi 5% terhadap total ekspor sepatu Indonesia. Total nilai ekspor sepatu tahun 2010 mencapai
US$ 2,6 miliar.

Masih Sanggup Buat 2.000 Pasang Sepatu

BANDUNG, KOMPAS.com — Anggapan bahwa pamor sepatu Cibaduyut tenggelam belum sepenuhnya benar. Namun, hal tersebut akan terjadi jika tidak ada perhatian serius dari pemerintah mengenai kebutuhan bantuan modal usaha guna melestarikan usaha kerajinan sepatu yang sudah ada turun-temurun tersebut.
Optimisme masih menyala di wajah salah seorang perajin sepatu, Jaya Sunarya (47), saat ditemui KOMPAS.com di rumahnya, Kelurahan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/3/2011) .
Pemilik pabrik sepatu rumahan Cibaduyut Jaya ini mengatakan, hingga kini dia masih bisa membuat 2.000 pasang sepatu tiap bulan. Bahkan, saat ini dia sedang menerima pesanan sepatu dari Jakarta untuk anggota Satpol PP.
Namun, ia mengakui pendapatannya sejak 2004 mengalami penurunan hingga 50 persen. Sebelum itu, dia mampu meraup keuntungan Rp 10.000 dari sepasang sepatu, kini dia hanya mendapatkan Rp 5.000 dari tiap pasangnya. ”Pada tahun 1998 hingga 2003 saya hanya membutuhkan modal Rp 55.000 untuk membuat sepasang sepatu, kemudian saya jual Rp 65.000. Sekarang saya membutuhkan modal Rp 80.000 untuk membuat sepasang sepatu dan hanya bisa menjual dengan harga Rp 85.000,” kata Jaya.
Kondisi ini kemudian diperparah dengan munculnya sepatu-sepatu dari China. Walaupun berbahan kulit imitasi, harga yang murah membuat banyak yang beralih ke sepatu China. ”Padahal kalau dilihat, sepatu dari China lebih banyak menggunakan bahan kulit imitasi. Berbeda dengan kami di sini, menggunakan kulit asli dan kualitasnya bisa dijamin lebih baik,” kata Jaya.
Hanya modal pinjaman dari bank yang membuat Jaya dapat bertahan dengan usaha ini. Dia terpaksa meminjam karena dari awal usahanya hingga saat ini dia tidak pernah menerima bantuan modal dari pemerintah barang sepeser pun. ”Sekarang saya masih harus menyetor sekitar Rp 8 juta kepada bank untuk melunasi pinjaman saya sebesar Rp 200 juta. Semuanya itu dibatasi dalam waktu tiga tahun,” kata Jaya.
Hal sama juga dirasakan Asep Supriatna (48) yang juga perajin sepatu Cibaduyut. Menurut dia, hingga sekarang belum pernah merasakan bantuan pemerintah. Hal itu memaksanya untuk meminjam dari bank dengan bunga cukup tinggi. ”Kalaupun ada, saya melihat bantuan tersebut salah sasaran. Seharusnya pemerintah turun langsung dari pintu ke pintu dan melihat perajin mana yang layak untuk mendapatkan bantuan modal usaha,” kata Asep.

Sepatu Balet Bersayap Dari Adidas

KapanLagi.com - Tampaknya Adidas, atau dalam hal ini Jeremy Scott tergila-gila dengan rancangan sepatu dengan aksen sayap. Beberapa karya Jeremy Scott untuk Adidas banyak dihiasi dengan aksen sayap. Perancang sepatu kesayangan Adidas ini memang tidak pernah kehabisan ide dengan sayap-sayap tersebut. Setelah menghiasi sepatu Adidas dengan boneka beruang lucu, kita lihat rancangan yang memakai aksen sayap. Apakah akan sebagus karya sebelumnya?

Kita mengenal Adidas sebagai salah satu produsen sepatu yang dipasarkan ke seluruh dunia. Adidas biasanya mengeluarkan produk sepatu yang nyaman untuk dipakai untuk olahraga, Anda pasti sudah pernah merasakan kenyamanan produk Adidas yang menemani waktu olahraga Anda. Ternyata tidak hanya itu, Adidas juga mengeluarkan beberapa rancangan sepatu yang sengaja tidak dikhususkan untuk olahraga. Salah satunya sepatu balerina bersayap ini.

xxxxxxx
Detil bagian sayap (c) sneakerobsession

Kali ini, Adidas dan Jeremy Scott merancang sepatu tersebut khusus untuk wanita. Karena sepatu tersebut flat dan memang mirip sepatu balerina, tim WomanKapanlagi langsung teringat dengan film BLACK SWAN yang dibintangi oleh Natalie Portman. Warna hitam pada sepatu lengkap dengan sayapnya seolah mengingatkan sosok si angsa hitam dalam film tersebut.

Pada sepatu bersayap tersebut, Jeremy Scott memberi detil yang sangat baik pada sayap sepatu yang terletak pada bagian belakang sepatu. Pada satu bagian sepatu terdapat sepasang sayap yang juga berwarna hitam. Agar tidak membosankan dengan warna hitam saja, ada polkadot warna hijau, merah muda, kuning dan biru pada sepatu balerina tersebut.

Adidas memberi harga sebesar $ 203 untuk sepasang sepatu hitam unik ini. Belum diketahui kapan sepatu ini akan diluncurkan atau kepastian apakah akan dipasarkan di Indonesia atau hanya dijual melalui situs internet. Bagaimana menurut Anda? Apakah sepatu balerina hitam bersayap tersebut cukup menarik hati? (wo/wsw)

Search in blog

Loading...