Tag

article (1) big size (1) Boots (19) brogue (4) Chuka (12) loafer (1) News (5) Shoes (12) Sneakers (10)

03 April 2011

Andre Valentino Pimpin Pasar Sepatu Moccasin

Andre Valentino Pimpin Pasar Sepatu Moccasin andrevalentino.com

SEPATU moccasin seolah menjadi salah satu model sepatu yang tidak pernah usang. Meski tenggelam sesaat, jenis sepatu yang biasanya terbuat dari bahan kulit bertekstur lembut ini tetap akan menjadi koleksi yang akan dikenakan lagi. Apalagi biasanya di bagian atasnya dipercantik dengan detail sulaman, bordir dan juga hiasan yang lainnya.

Salah satu produsen sepatu dalam negeri Andre Valentino di bawah bendera PT Saga Machie juga memproduksi sepatu jenis ini dengan bahan yang nyaman di kaki karena terbuat dari kulit asli. Sol sepatu yang lentur dan menghadirkan evolusi model berdetail sederhana meski tampilannya terkesan maskulin. 

"Andre Valentino telah menjadi leader yang sangat diperhitungkan di dunia alas kaki, terutama disain dan bahan sepatu untuk moccasin yang selalu menjadi produk unggulan di antara semua produk sepatu terbaik, jenis yang sama," ucap William Jong, Product Executive Andre Valentino.

Sepatu moccasin awalnya dibuat oleh suku Indian Amerika Utara untuk digunakan berburu, mengembara dan berdagang. Namun kini dengan desain Andre Valentino, sepatu moccasin polos layak dikenakan untuk ke kantor namun memungkinkan untuk dikenakan untuk berbagai kesempatan. Padukan moccasin dengan jins dan kaos atau kemeja berbahan flanel untuk melengkapi gaya kasual Anda.

Selain moccasin di bawah brand Andre Valentino, PT Saga Machie juga memproduksi brand Studio Nine. Pada tahun 1993, keduanya berani merambah Singapura dan Malaysia padahal saat itu mereka belum memasarkan kedua produk ini di Indonesia. "Tidak ada nama atau arti khusus kedua brand itu, atau dengan tujuan supaya terdengar seperti brand luar negeri, meski saat menciptakannya kami juga membiarkan bahkan tidak gembar-gembor bahwa ini buatan Indonesia," ujar Marga Singgih, General Manager PT Saga Machie.

Ia juga menambahkan bahwa bahan utama kulit hingga saat ini masih didapatkan produk lokal, namun untuk asesoris seperti rantai besi, bunga-bunga plastik dan gesper masih impor dari Thailand dan China.

Target pasar
Pemiliknya, Aulia Singgih yang pernah belajar mendesain dan pembuatan sepatu dalam sebuah kursus di Italia. Ia paham betul ceruk pasar yang masih bisa digarap di tengah para pesaing yang kian gencar menyasar dengan strategi desain yang semakin berani namun dengan harga yang murah. Mereka kemudian membidik 10 persen pasar penyuka fesyen namun berkelas dengan harga pasar yang relatif terjangkau.

PT Saga Machie juga menjanjikan layanan purna jual yang apik. Selama cacat produksi, alas kaki baik sandal ataupun sepatu bisa diperbaiki di konter manapun tanpa dikenai biaya. "Namun jika cacat karena pemakaian, seperti sol yang sudah aus karena sudah terpakai lama namun kulit atasnya masih kuat, kami kenai biaya pengerjaan yang relatif murah," ujar Marga Singgih menutup pembicaraan. (Eno/OL-06)

No comments:

Search in blog

Loading...